Adopsi Kripto Indonesia Masuk 20 Besar Dunia

Adopsi Kripto Indonesia Masuk 20 Besar Dunia

Dampak angka inflasi pekan lalu yang lebih tinggi dari perkiraan terus berlanjut di minggu ini. Seluruh pasar keuangan, termasuk aset kripto, masih mencatatkan kinerja yang buruk usai pengumuman angka inflasi pekan lalu. Harga Bitcoin terjun ke bawah level US$20,000 (sekitar Rp300 juta) dan kini berada di kisaran US$19,000 (sekitar Rp285 juta).

Ethereum merayakan keberhasilan merging-nya di minggu lalu. Upgrade final ini diyakini akan menjadikan Ethereum lebih ramah lingkungan. Namun, harga Ethereum justru turun drastis hingga 20% sejak Merging.

Bank sentral Norwegia uji coba mata uang digital di jaringan Ethereum

Norges Bank, bank sentral Norwegia, meluncurkan versi uji coba mata uang digital bank sentralnya (CBDC / Central Bank Digital Currency) yang beroperasi pada jaringan Ethereum.

Norges Bank bekerja sama dengan Nahmii, perusahaan yang menyediakan teknologi yang bekerja di jaringan Ethereum, serupa dengan cara Lightning Network menggunakan blockchain Bitcoin untuk meningkatkan skalabilitas. 

Proyek ini sedang memproses uji coba untuk studi kasus pengelolaan token dasar, termasuk untuk menciptakan token (minting), pembakaran (burning) dan transfer token-token ERC-20.

Indonesia masuk 20 besar negara dengan tingkat adopsi tertinggi di dunia

Baru-baru ini, Chainanalysis meluncurkan laporan Indeks Adopsi Kripto Global 2022 yang menyebutkan bahwa aset kripto di Indonesia dapat terus tumbuh bahkan sampai 10 tahun ke depan. Dalam laporan tersebut, Indonesia juga masuk jajaran negara dengan tingkat adopsi kripto tertinggi di urutan ke-20.

Korea Selatan keluarkan surat penangkapan co-founder Terra Luna

Do Kwon, co-founder Terraform Labs, perusahaan di balik stablecoin Luna yang gagal, tengah berada dalam pengejaran dari pihak berwenang di Korea Selatan. Surat perintah penangkapan juga mencantumkan nama lima orang lainnya, yang dikenakan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal.

Menurut rumor yang beredar, Kwon telah melarikan diri, namun tidak lama kemudian, ia menyatakan bahwa ia akan bekerja sama dengan pihak yang berwajib.

Sistem pembayaran SWIFT mulai lirik teknologi blockchain

SWIFT, sistem pengiriman pesan keuangan yang digunakan oleh banyak bank dan perusahaan untuk mengirim dan menerima uang secara global, sedang mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dalam mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa korporatnya, seperti pembayaran dividen dan merger, menggunakan teknologi blockchain.

Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) bekerja sama dengan perusahaan blockchain Symbiont untuk meningkatkan cara berbagi informasi di platform mereka. 

Merging Ethereum akhirnya selesai

Setelah enam tahun uji coba, Merging Ethereum akhirnya berlangsung tanpa hambatan pekan lalu.

“Ini adalah mimpi dari ekosistem Ethereum sejak awal diciptakan. Kami telah memulai riset proof-of-stake sejak artikel blog di Slosher pada bulan Januari 2014,” ujar co-founder Ethereum, Vitalik Buterin pada pesta perayaan Merging.

Merging ini menawarkan peningkatan skalabilitas, keamanan, dan ketahanan Ethereum untuk jangka panjang.

Analisis harga

Bitcoin gagal menembus area resistance US$22,500 (sekitar Rp337 juta) dan terjun ke harga rendah bulan Juni di kisaran US$18,000 (sekitar Rp270 juta) pada awal pekan ini. Untuk saat ini, Bitcoin masih berada dalam rentang konsolidasi panjangnya selama 3 bulan yaitu di antara US$17,500 (sekitar Rp262 juta) dan US$25,000 (sekitar Rp375 juta). Kini, support ada di angka US$18,000 (sekitar Rp270 juta), dan mencoba naik ke US$19,000 (sekitar Rp285 juta).

US$17,500 (sekitar Rp262 juta) masih menjadi area support penting. Jika bergerak ke bawah level ini, maka support BTC ada di kisaran US$15,000 (sekitar Rp225 juta) dan support kuat di angka US$12,000 (sekitar Rp180 juta). Jika harga mencapai US$12,000 (sekitar Rp180 juta), maka pergerakan ini akan serupa dengan siklus pasar bearish BTC sebelumnya, yang menunjukkan penurunan sebesar 80%, yang terjadi di tahun 2014 dan 2018.

Dalam rentang konsolidasi yang berkepanjangan ini, US$22,000 (sekitar Rp330 juta) dan US$25,000 (sekitar Rp375 juta) menjadi area resistance yang penting. Jika momentum berbalik, maka para trader harus memperhatikan breakout dari angka resistance US$25,000 (sekitar Rp375 juta), yang menandakan breakout bullish.

Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi, bukan rekomendasi ataupun ajakan investasi. Luno selalu menyarankan Anda untuk melakukan riset sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Did you find this useful?
2
0