Apa itu Aset Produktif dan Aset Konsumtif?

Apa itu Aset Produktif dan Aset Konsumtif?

Aset merupakan segala sumber daya yang dimiliki individu untuk menunjang kehidupannya, seperti rumah, mobil, investasi, dan lain-lain. Berdasarkan teorinya, aset dibagi menjadi dua jenis, yakni aset produktif dan aset konsumtif. Pengkategorian ini berdasarkan kemampuan sebuah aset dalam menghasilkan pendapatan atau keuntungan bagi pemiliknya. 

Untuk lebih memahami mengenai perbedaan aset produktif dan aset konsumtif, berikut ini informasi selengkapnya untuk Anda. 

Pengertian Aset Konsumtif 

Aset konsumtif adalah sumber daya atau harta benda yang digunakan secara pribadi untuk membantu dalam kegiatan sehari-hari atau bahkan meringankan pekerjaan. Harta yang masuk kategori aset konsumtif adalah yang tidak bisa menghasilkan uang atau keuntungan secara langsung dan nilainya lambat laun akan menurun. 

Makin sering digunakan, aset konsumtif akan makin kehilangan nilai ekonomisnya. Kemudian, setelah tidak berfungsi, pemilik akan menggantinya dengan yang baru. Dengan kata lain, Anda membeli aset ini untuk digunakan sehari-hari, tidak lebih dari itu. 

Contoh aset yang masuk dalam kategori ini adalah mobil, motor, laptop, hingga ponsel. Meskipun bisa dijual kembali, aset-aset ini masuk dalam kategori aset konsumtif karena nilainya akan menurun seiring pemakaian. Dengan kata lain, walaupun secara langsung benda-benda tersebut membantu Anda menghasilkan uang, dari segi nilai benda atau harga tidak menghasilkan keuntungan. 

Baca juga: Apa itu Pembelian Impulsif? Pengertian dan Ciri-Cirinya

Pengertian Aset Produktif

Berbeda dengan aset konsumtif, aset produktif merupakan sumber daya atau harta benda yang digunakan untuk mendapatkan uang kembali. Dengan kata lain, nilai aset ini dari waktu ke waktu bisa meningkat, membuat harta bertambah, atau menghasilkan passive income. Seiring berjalannya waktu, fungsinya mungkin bisa menurun. Namun, karena permintaan pasar tetap tinggi, harganya akan terus naik. 

Contoh aset produktif adalah rumah. Walaupun mungkin ketika digunakan rumah akan mengalami kerusakan, perbaikan yang dilakukan tidak akan mengurangi fungsinya dan malah menambah nilai rumah. Belum lagi, harga tanah yang cenderung naik membuat nilai rumah pun ikut naik. Di samping itu, selain dari segi nilai, rumah bisa menghasilkan uang bila disewakan atau dijadikan tempat kos.  

Contoh aset produktif lainnya adalah instrumen investasi, seperti emas batangan, saham, kripto, dan lain-lain. Aset-aset ini mungkin baru akan terlihat keuntungannya dalam jangka panjang. Namun, nilainya akan terus naik seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan, dapat melindungi nilai uang Anda dari inflasi yang terus terjadi. 

Baca juga: Apa Itu Deflasi? Contoh dan Perbedaannya dengan Inflasi

Aset Konsumtif vs Aset Produktif 

Pertanyaan selanjutnya, manakah yang lebih penting antara aset konsumtif dan aset produktif? Jawabannya, tergantung kebutuhan. Dengan kata lain, keduanya sama pentingnya untuk dimiliki, hanya saja prioritasnya berbeda. 

Bagi Anda yang punya tempat tinggal jauh dari tempat kerja, pasti Anda membutuhkan aset konsumtif berupa mobil atau motor. Lalu, untuk menunjang pekerjaan, Anda pasti membutuhkan ponsel dan laptop. Aset-aset ini bagi beberapa profesi harus dimiliki untuk menunjang pekerjaan dan memudahkan mobilitas. Namun demikian, dalam membeli aset konsumtif, aspek fungsi harus lebih diutamakan daripada gengsi. 

Baca juga: Tujuan Finansial Adalah Mengatur Keuangan dengan Baik

Sementara itu, aset produktif penting bagi individu yang punya rencana keuangan jangka panjang, misalnya kebutuhan tabungan hari tua atau dana pendidikan anak. Selain itu, dari pada uang dibiarkan mengendap dan nilainya menurun seiring inflasi, akan lebih baik jika diinvestasikan agar dapat memberikan pendapatan tambahan.

Setelah membaca informasi di atas, tentunya kini Anda mengerti perbedaan aset konsumtif dan aset produktif. Sederhananya, kedua jenis aset ini sama pentingnya, tetapi memiliki peruntukan yang berbeda. Selain itu, alokasi dana untuk memiliki keduanya perlu dipertimbangkan dengan matang agar dapat berjalan beriringan.

Apakah artikel ini membantu?

0
0