Apa itu Cardano (ADA)?

Apa itu Cardano (ADA)?

Cardano adalah sebuah platform yang dapat digunakan untuk membuat token, decentralized applications, maupun inovasi lainnya terkait blockchain. Aktivitas tersebut bertujuan untuk membuat blockchain Cardano lebih scalable. Artinya, kapasitas blockchain dapat terus dikembangkan meskipun penggunaannya semakin banyak. 

Cardano memiliki aset kripto bernama ADA. Aset kripto ini akan menjadi insentif bagi seluruh aktivitas dalam menjalankan Cardano, dan juga salah satu cara untuk berinvestasi pada potensi Cardano di masa depan. 

ADA memiliki batas persediaan sebesar 45 miliar, artinya tidak ada lagi koin ADA yang akan dibuat setelah semuanya habis beredar. Hal ini menambah komponen kelangkaan pada ADA. Menurut para pendukungnya, kelangkaan tersebut memenuhi kriteria untuk menjadi alat penyimpan nilai atau aset investasi*.

*)Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di Cardano, dapatkan promo biaya transaksi jual beli sebesar 0.75% yang berlaku sampai dengan 24 Oktober 2022 pukul 16:00.

Sejarah Cardano

Cardano diciptakan oleh Charles Hoskinson dan Jeremy Wood. Kedua orang ini berperan penting dalam tahap awal pembuatan Ethereum. Ketika sedang menggarap Ethereum, Hoskinson menyadari kebutuhan akan suatu jaringan yang lebih efisien dan skalabilitas yang lebih baik dari jaringan yang sedang ia kerjakan.

Setelah keluar dari Ethereum di tahun 2014, Hoskinson mengajak Wood bergabung untuk menggarap ide barunya. Hoskinson dan Wood kemudian mulai menggarap Cardano di tahun 2015, lalu meluncurkannya sebagai alternatif Ethereum pada tahun 2017. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa Cardano berdasar pada akurasi akademis dan riset ilmiah.

Cardano menggunakan pendekatan akademis yang berbasis riset dalam meluncurkan proyek blockchain Cardano. Pendekatan dengan tingkat akurasi ilmiah yang tinggi ini sempat membuat Cardano menuai kritik, karena proses pengembangan produk dan layanan Cardano menjadi lebih lambat.

Cardano juga sering disebut sebagai Ethereum generasi baru, karena menggunakan cara verifikasi transaksi dan aktivitas yang dikenal sebagai ‘proof-of-stake’. Jika kita lihat, Ethereum baru-baru ini berpindah ke sistem ‘proof-of-stake’ seperti halnya Cardano.

Mekanisme ‘Proof of Stake’

Dalam mekanisme proof-of-stake tidak ada istilah penambang, tapi participant atau peserta. Para peserta bersaing untuk melakukan validasi transaksi seperti pada Bitcoin. Pemenang yang telah ‘mempertaruhkan’ (‘stake’) ADA mereka, akan dipilih secara acak untuk melakukan verifikasi transaksi melalui sistem lotere dan akan mendapat insentif berupa koin ADA. 

Kedua founder ADA mengembangkan mekanisme konsensus ‘proof-of-stake’ karena mereka meyakini, bahwa mekanisme ini lebih hemat energi dibandingkan mekanisme ‘proof-of-work’ yang digunakan oleh Ethereum dan Bitcoin pada saat itu. Para pendukung Cardano menyebutkan, mekanisme ini menjadikan Cardano lebih cepat dan ramah lingkungan, karena tidak membutuhkan daya komputasi yang besar untuk menciptakan ADA.

Hoskinson dan Wood tidak mengendalikan jaringan, maupun pengembangan jaringan Cardano. Karena sifatnya yang terdesentralisasi, maka verifikasi transaksi dilakukan oleh pihak ketiga yang anonim. Selain itu, Pengembangan jaringan Cardano juga dikelola oleh tiga lembaga independen, yaitu Cardano Foundation, Input Output Hong Kong (IOHK), dan EMURGO.

  • Cardano Foundation adalah lembaga non-profit yang mengawasi pengembangan blockchain dan ekosistem Cardano
  • IOHK adalah perusahaan engineering dan riset yang mengawasi pengembangan Cardano
  • EMURGO adalah perusahaan teknologi blockchain yang bertanggung jawab untuk mempromosikan adopsi Cardano
Did you find this useful?
5
0