Apa Itu Kriptografi? Bagaimana Kriptografi Dimulai?

Apa Itu Kriptografi? Bagaimana Kriptografi Dimulai?

Dewasa ini, sebagian besar orang berkomunikasi melalui jaringan internet yang memungkinkan pencurian informasi. Inilah mengapa perlu adanya kriptografi, untuk memberikan perlindungan terhadap semua informasi sekaligus mengautentikasi bahwa pesan yang didapat sepenuhnya berasal dari pengirim.

Sekarang, informasi yang beredar melalui jaringan publik sudah begitu masif dan disalurkan melalui platform yang semakin beragam. Beberapa informasi mungkin  sangat rahasia. Hadirnya kriptografi membantu memberikan perlindungan terhadap kerahasiaan informasi tersebut dari pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Evolusi kriptografi sendiri didukung oleh perkembangan teknik pemecahan kode terbaru. Setiap kali seseorang menemukan cara untuk memecahkan metode enkripsi, kriptografer juga harus selangkah lebih maju. Tentu saja, ini membutuhkan sumber daya dan keterampilan yang luar biasa. 

Jadi, Apa Itu Kriptografi?

Kata ‘kriptografi’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘Krypto’ yang berarti ‘tersembunyi’ dan ‘graphene’ yang artinya menulis. Jadi, secara harfiah, apa itu kriptografi adalah seni menyembunyikan tulisan.

Kriptografi pertama ditemukan di makam seorang bangsawan Mesir Kuno bernama Khnumhotep II sekitar 1900 SM – 3.900 tahun yang lalu. Tertulis sejumlah simbol hieroglif yang tidak biasa pada makam tersebut yang diyakini oleh para ahli Mesir Kuno dibuat untuk menyembunyikan makna aslinya. Selanjutnya, sekitar tahun 1500 SM, untuk menyembunyikan formula glasir tembikar yang digunakan pada tablet tanah liat, seorang juru tulis Mesopotamia menggunakan kriptografi. 

Tablet ini menggunakan sandi dan simbol substitusi sederhana yang bekerja dengan mengganti setiap huruf atau simbol dalam pesan berdasarkan aturan tertentu. Kriptografi juga didokumentasikan dalam peradaban awal seperti India. The “Arthashastra”, sebuah karya klasik tentang tata negara yang ditulis oleh Kautalya menggambarkan layanan spionase di India dan mencatat tugas yang diberikan kepada mata-mata dalam “tulisan rahasia”. 

Sementara itu, implementasi kriptografi militer pertama dikembangkan oleh Spartan pada abad ke-5 SM.  Mereka menciptakan sistem perpindahan berupa sebuah perangkat yang terdiri dari rol kayu dengan ketebalan tertentu dan papirus atau pita kulit tipis yang ditekuk di sekitar silinder. Pesan tersembunyi kemudian ditulis di atas gulungan di sepanjang gulungan, lalu strip dilepaskan dari silinder dan dikirim kepada target. Diameter silinder berfungsi sebagai kunci enkripsi dan resolusi teks.

Sandi Caesar

Sandi substitusi sejauh ini masih menjadi metode enkripsi paling umum yang digunakan oleh kriptografer awal. Cipher Atbash, misalnya, merupakan sandi substitusi yang mulanya digunakan oleh orang Ibrani yang mengganti huruf pertama alfabet dengan huruf terakhir, huruf kedua diganti dengan kedua dari terakhir, dan seterusnya. 

Sandi Caesar menjadi contoh penggunaan yang paling populer. Metode ini dikembangkan pada 100 SM oleh jenderal Romawi untuk menyampaikan pesan dan menerima instruksi tanpa diketahui musuh.  Sandi ini mengganti setiap huruf dengan tiga tempat setelahnya dalam alfabet.

Analisis Kriptografi Pertama

Analisis frekuensi dikembangkan oleh seorang ahli matematika sekaligus filsuf Arab Abu Yusuf Al-Kindi sekitar tahun 850 Masehi dengan nama analisis frekuensi. Sebagai pustakawan, Al-Kindi dianggap sebagai pemecah kode pertama dan menulis ‘Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages‘.

Terobosannya berhasil mematahkan keamanan sistem enkripsi yang ada, khususnya sandi substitusi. Dia menyadari bahwa huruf-huruf alfabet muncul dengan frekuensi yang bervariasi dalam teks tertulis. Misalnya, huruf E menyumbang 12,7% dalam teks bahasa Inggris, sedangkan gabungan J, Q, X dan Z jumlahnya kurang dari 1%. 

Sandi substitusi hingga kini tetap menjadi standar, terlepas dari keberhasilan Al-Kindi dalam mematahkan teori tersebut. Hal ini terutama berlaku di Benua Eropa. Baru sekitar abad ke-13, Italia dan Vatikan mulai mengembangkan sistem sendiri. Setidaknya, butuh waktu sampai sekitar abad ke-15 hingga akhirnya kriptografi benar-benar berkembang di negara barat.

Did you find this useful?
0
0