Apa itu Proof of Stake (PoS)?

Apa itu Proof of Stake (PoS)?

Sebagian besar aset kripto bergantung pada teknologi blockchain sebagai fondasi transaksi. Setiap transaksi diverifikasi oleh suatu sistem yang dikenal sebagai mekanisme konsensus. Ada dua mekanisme konsensus paling populer saat ini. Yang pertama adalah proof-of-work (PoW); metode ini butuh daya besar dan dinilai punya banyak kelemahan. Yang kedua adalah proof-of-stake (PoS) yang dinilai lebih hemat energi.

Sekilas tentang Mekanisme Konsensus

Jaringan blockchain publik membutuhkan kontribusi dari ratusan ribu peserta jaringan demi dapat beroperasi sebagai sistem yang mandiri dan transparan. Tentunya, dalam skala global dan tanpa otoritas tunggal yang mengontrol. Peran para peserta ini sangat penting karena mereka memverifikasi dan mengotentikasi semua aktivitas yang terjadi di blockchain.

Proof of Stake Adalah?

Proof-of-stake merupakan salah satu tipe protokol konsensus (peraturan untuk verifikasi transaksi sehingga dapat dianggap sah atau dianggap menipu) yang bergantung pada para validator. Protokol ini akan memvalidasi sebuah blok yang ditentukan dari berapa banyak aset kripto yang dikontribusikan oleh validator untuk memvalidasi sebuah transaksi baru.

Untuk memastikan bahwa semua peserta setuju bahwa semua transaksi adalah sah dan bisa divalidasi, sistem memerlukan sebuah mekanisme yang andal, adil, dan aman. Mekanisme tersebut disebut dengan mekanisme konsensus, yakni seperangkat aturan yang mengatur kontribusi dari berbagai peserta blockchain.

Sebagai Alternatif PoW

Pada dasarnya, PoW didesain dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi karena alasan keamanan. Namun, daya komputasi yang dibutuhkan menjadi sangat besar. Hal ini juga turut memicu mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengoperasikan perangkat keras.

Salah satu contoh kasus adalah verifikasi transaksi BTC dengan protokol PoW pada tahun 2015 lalu. Saat itu, tenaga listrik yang dibutuhkan untuk satu transaksi saja adalah setara kebutuhan listrik 1,57 rumah di Amerika Serikat.

Oleh sebab itu, proof-of-stake dirancang dan dihadirkan sebagai alternatif PoW karena energi yang digunakan jauh lebih efisien, serta memungkinkan penambang mengandalkan daya komputasi yang jauh lebih sedikit untuk menyelesaikan tugas. Ethereum (ETH) yang merupakan mata uang kripto terbesar setelah Bitcoin, kini telah menggeser seluruh blockchain mereka dari mekanisme PoW ke PoS.

Cara Kerja Mekanisme Proof of Stake

Dalam mekanisme konsensus ini, node yang mencatat setiap transaksi dipilih oleh suatu algoritma. Caranya, algoritma menilai berapa banyak aset kripto yang dimiliki oleh pemilik node; makin besar jumlahnya, maka makin besar kemungkinan mereka dipilih. Metode ini dinilai bisa mengurangi kompleksitas pekerjaan kriptografi secara dramatis, yang mengarah ke keuntungan throughput yang besar untuk seluruh jaringan. 

Mengenal Delegated Proof-of-Stake (DPoS)

Anda ingin turut bagian dalam verifikasi, tetapi tidak dapat menjadi validator? Anda bisa menggunakan sistem delegasi, yaitu melakukan staking dan mendapat imbalan dengan cara menitipkan aset kepada validator. Beberapa platform yang menggunakan mekanisme DPoS adalah EOS, Steem, dan BitShares.

Keunggulannya

Hampir setiap blockchain baru selalu memilih protokol proof-of-stake. Ini adalah beberapa keunggulan yang diusungnya:

  1. Hanya transaksi sah yang akan ditambahkan ke blockchain, dengan cara meminta validator mengunci aset kripto mereka untuk mengamankan jaringan.
  2. Transaksi blockchain jadi lebih ramah lingkungan.
  3. Memungkinkan pengguna mendapat pendapatan pasif melalui proses staking.
  4. Proses transaksi bisa jadi lebih cepat dengan biaya yang lebih murah.
  5. Aset kripto yang sedang membangun ekosistem aplikasi terdesentralisasi bisa memanfaatkan protokol ini untuk memecahkan masalah skalabilitas.

Beberapa koin kripto populer yang menggunakan protokol PoS adalah Cardano (ADA), Solana (SOL), Fantom (FTM), dan Terra (LUNA).Selain beberapa keunggulannya di atas, dapat dilihat bahwa para pengembang memilih membangun aplikasi mereka pada blockchain dengan mekanisme PoS agar pengguna tidak harus dibebani biaya transaksi yang tinggi.

Did you find this useful?
0
0