Berita kripto: Analisis pasar & harga BTC minggu ke 29

Berita kripto minggu ini kembali lagi! Peristiwa terkini di pasar kripto, pergerakan harga BTC baik dari sisi fundamental maupun teknikal selama seminggu terakhir kami bahas tuntas.

Anda masih ingat dengan analisis kami satu bulan terakhir mengenai volatilitas Bitcoin yang rendah? Dan kemungkinan adanya lonjakan besar Bitcoin? Hingga kini, kita belum melihat adanya lonjakan besar tersebut. Tentunya kita semua masih menunggu lonjakan atau setidaknya pergerakan harga BTC yang lebih besar selanjutnya dari Bitcoin.

Faktanya, sejauh ini rentang pergerakan harga Bitcoin bulanan di bulan Juli merupakan yang terkecil dalam sejarah. Rentang pergerakan harga bulanan Bitcoin ada di kisaran 6% antara US$9.470 dan US$8.930 (Rp 137 juta dan Rp 130 juta). Sebelumya, rentang pergerakan harga BTC terkecil terjadi pada Mei 2015, ketika rentang harga trading Bitcoin ada dalam kisaran 9%.

Rentang pergerakan harga yang ketat ini secara historis diikuti oleh lonjakan harga. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan beberapa lonjakan harga BTC akan menyusul dalam waktu dekat.

Jika Anda amati pergerakan harga Bitcoin setiap hari, tentunya Anda menyadari adanya lonjakan harga yang kecil pada Selasa. Lonjakan kecil tersebut mungkin saja menandai dimulainya pergeseran tren jangka pendek. Harga berhasil mematahkan garis tren turun setelah mencetak harga tertinggi yang lebih rendah (lower highs) dalam beberapa minggu terakhir.

ETH masih mendominasi jajaran aset kripto dengan kenaikan tertinggi

Dilihat dari pergerakan harga mingguan dari sejumlah aset kripto, Bitcoin harus akui keunggulan ETH. Aset kripto dengan market cap tersebsar ke dua ini menunjukkan kenaikan 1.5% dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga BTC yang kecil pada hari Selasa pun bantu Bitcoin mengejar ketertinggalannya dengan kenaikan sebesar hampir 1.5%. Di posisi ketiga, XRP kembali pulih setelah sempat merosot hampir 4% pekan lalu.

Analisis harga BTC

Tren turun Bitcoin mulai terlihat sejak awal Juni dengan lower highs yang muncul setiap minggu. Pada hari Selasa pagi, Bitcoin berhasil memecahkan garis tren (trendline) yang mungkin saja mengindikasikan kenaikan aset kripto unggulan seperti Bitcoin. Namun, perlu Anda ketahui bahwa trendline bersifat subjektif. Sebagai gantinya, higher high (harga tertinggi yang lebih tinggi) akan menjadi indikasi yang lebih kuat untuk melihat kenaikan Bitcoin, dan harga BTC tertinggi bulanan di kisaran US$9.470 (Rp 137 juta) adalah level berikutnya yang harus kita perhatikan.

Harga BTC datar = sentimen pasar datar

Sentimen pasar belum menunjukkan perubahan dalam seminggu terakhir. Diperlukan lebih banyak volatilitas tinggi untuk mengubah sentimen baik ke arah “fear” atau “greed”. Dengan rata-rata pergerakan harga Bitcoin yang berada di kisaran US$8.900 hingga US$9.000 an (Rp 128 juta hingga Rp 135 juta), Indeks Fear & Greed  menunjukkan angka 40an selama hampir empat minggu ke belakang.

Volume trading Bitcoin nyaris dekati level terendah tahunan

Rata-rata volume trading mingguan Bitcoin turun lebih rendah minggu ini. Volume sekarang nyaris mendekati level terendah tahun 2020, menyamai tingkat volume trading di awal bulan Januari lalu.

Volatilitas terendah sejak Oktober 2018

Meskipun sepertinya volatilitas terlihat akan meningkat minggu lalu, namun ternyata hal tersebut tidak terjadi. Volatilitas mingguan sekarang turun ke level yang sama di bulan Oktober 2018. Saat itu, harga BTC jatuh 50% dari US$6.000 (Rp 100 juta) menjadi US$3.000 (Rp 50 juta) ketika volatilitas kembali meningkat. Ke arah mana harga Bitcoin akan bergerak kali ini?

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Did you find this useful?
0
0