Berita Kripto: Bitcoin merosot ke Rp530 juta di tengah ketidakpastian geopolitik

Harapan damai atas konflik di perbatasan Ukraina tampaknya telah hilang pada hari Senin lalu. Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan pasukan militernya untuk memasuki area di tenggara Ukraina, yang telah dikuasai Rusia. Aksi tersebut berimbas pada kondisi pasar keuangan. Pasar saham dan kripto akhirnya mengawali minggu ini dengan performa yang buruk.

Korelasi 90-harian Bitcoin terhadap S&P 500 naik ke titik tertingginya sejak Oktober 2020 di minggu lalu. Harga Bitcoin jatuh ke level rendah baru di kisaran US$36.500 (sekitar Rp524 juta) pada hari Selasa. S&P 500 dan Nasdaq pun mengalami hal yang serupa. Meskipun demikian, Bitcoin kembali pulih ke kisaran US$37.000 (sekitar Rp530 juta) dan cukup stabil di level ini. Ke manakah arah pergerakan hargas si raja kripto selanjutnya?

Bitcoin dan kripto lainnya merosot di tengah konflik Rusia dan Ukraina yang memanas

Ketegangan yang terjadi di Ukraina, turut memberikan dampak negatif pada kondisi pasar global. Bahkan, koin kripto pun turut terkena imbasnya. Pada hari Selasa (22/2), nilai Bitcoin mengalami penurunan sebesar 0,5%. Ethereum turun sebanyak 1,4%, bahkan XRP jatuh sebesar 6,9%. 

Jatuhnya harga Bitcoin dan cryptocurrency lainnya diduga akibat semakin maraknya investor institusional yang berinvestasi di kripto. Sehingga, ketika tekanan geopolitik mempengaruhi pasar global, para investor institusional terkena dampaknya. Meskipun tidak terlalu signifikan, efek domino ini kemudian berimbas pada harga kripto yang ikut turun.

Manchester City FC garap stadion virtual di metaverse

Kangen nonton pertandingan dari stadion, tapi tidak bisa bepergian? Manchester City FC bekerjasama dengan Sony, mengumumkan rencana mereka untuk meluncurkan stadion sepak bola virtual. Para fans nantinya bisa menonton pertandingan secara jarak jauh di sana.

Waspada terjerat Pasal KUHP bagi Publik figur yang terlibat pompom kripto ilegal

Pompom atau pump adalah sebuah istilah untuk promosi yang cenderung agak berlebihan dan tidak objektif pada suatu instrumen investasi, dan juga akhir-akhir ini tengah marak terjadi pada koin kripto pendatang baru.

Seperti yang diketahui, Bappebti telah merilis daftar kripto yang legal di Indonesia. Menurut Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan dan Penindakan Bappebti, Aldison Karorundak, jika public figure terlibat pompom atau mempromosikan kripto yang bersifat ilegal, maka mereka bisa terjerat hukum pidana dengan mengacu pada Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Analisis harga Bitcoin

Momentum Bitcoin berubah drastis setelah Bitcoin gagal mempertahankan harganya, dan turun ke zona bawah dari rentang konsolidasi sempit di antara US$42.000-US$46.000 (sekitar Rp603 juta-Rp660 juta).

Support Bitcoin kini berada di angka US$36.500 (sekitar Rp524 juta). Level ini telah menjadi level support pada awal bulan Februari, dan menjadi level terendah bulanan. 

Jika bergerak ke bawah, Bitcoin memiliki support kuat di area US$34.000 (sekitar Rp488 juta), yang merupakan level terendah pada aksi jual bulan Januari. Level support paling penting kini ada di area US$28.000-US$30.000 (sekitar Rp402 juta-Rp430 juta), yang merupakan level terendah pada masa bearish di pertengahan tahun 2021.

Jika bergerak ke atas, US$40.000 (sekitar Rp574 juta) kini berbalik menjadi level resistance.

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran atau rekomendasi ataupun ajakan investasi. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Did you find this useful?
8
1