Berita Kripto: Sempat melempem, Bitcoin menguat pasca ketegangan Rusia & Ukraina

Pasar kripto bergerak cukup kuat pekan lalu. Saat artikel ini kami tulis, harga Bitcoin tengah diperdagangkan di atas level US$44,000 (sekitar Rp627 juta), sedangkan Ethereum naik ke US$3,100 (sekitar Rp44 juta). Akankah momentum ini terus bertahan? Kita pantau terus, yuk!

Setelah berada dalam tingkat korelasi aset yang tinggi selama beberapa minggu, pasar kripto dan saham bergerak ke arah yang berlawanan minggu ini.

Di sisi lain, pasar keuangan global terpantau memburuk akibat ketegangan Rusia dan Ukraina. Hal ini diduga berhasil mendorong naiknya harga Bitcoin sekitar 5% awal pekan ini dan mengunguli emas dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, apakah bitcoin akhirnya kembali berhasil membuktikan diri sebagai aset lindung nilai (safe haven)?

Kemendag tegaskan aset kripto bukanlah ranah OJK

Wakil Menteri Perdagangan Indoensia Jerry Sambuaga memastikan bahwa aset kripto merupakan ranah bagi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dia juga menyampaikan bawah Bappebti dan OJK memiliki fungsi yang berbeda dan meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) fokus di bidang jasa keuangan.

Menurut wakil menteri yang pernah mengenyam pendidikan di Columbia University tersebut, kripto yang dikategorikan sebagai aset di Indonesia adalah ranah Bappebti di bawah Kementerian Perdagangan, bukan ranah OJK.

“Apa yang menjadi ranah OJK sangat luas, salah satunya menangani pinjol yang sangat meresahkan warga,” ujar Jerry dilansir dari detikFinance, Rabu (16/2/2022).

Sesuai kesepatakan yang tertuang di dalam undang-undang, mata uang yang berlaku di Indonesia hanyalah Rupiah. Sedangkan kripto sendiri diperlakukan sebagai komoditi sehingga kegiatan serta pengaturan yang ada di dalamnya berada di bawah Bappebti.

Hashrate bitcoin sentuh ATH baru

Baru-baru ini hashrate bitcoin telah mencapai lonjakan terbesarnya tahun ini, dari 188.40 exahash per sekon (EH/s) menjadi 248.11 EH/s. Tingkat hashrate tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Hashrate sendiri merupakan total daya komputasi gabungan yang dialokasikan oleh jaringan komputer penambang (miners) untuk memproses transaksi di jaringan blockchain.

Ketika tingkat hashrate tinggi, maka hal tersebut mengindikasikan bahwa jaringan lebih aman. Meskipun level hashrate belum bisa dipertahankan di level yang tinggi, jaringan Bitcoin masih tetap aman.

El Salvador targetkan Rp7 triliun lebih dari obligasi Bitcoin

Pemerintah El Salvador tengah merencanakan peluncuran obligasi Bitcoin di tahun ini. Dengan memanfaatkan blockchain Bitcoin melalui sebuah protokol khusus, obligasi ini ditargetkan mampu mencapai total investasi sebesar US$500 juta (Rp7 miliar lebih).

Menurut Kementerian Keuangan El Salvador, surat utang pemerintah ini dapat diakses publik dan negara lain yang berminat pada Maret 2022 mendatang.

Lebih dari Rp4 M dalam yuan digital digunakan untuk transaksi setiap hari di Olimpiade Musim Dingin Beijing

Menurut PBOC, pejabat tinggi dari bank sentral Tiongkok, mata uang digital Tiongkok, e-CNY, dilaporkan telah banyak digunakan. Tercatat, total transaksi senilai 2 juta yuan (US$315.761 atau Rp4,2 miliar) berhasil dilakukan per hari dalam Olimpiade Musim Dingin Beijing. 

Salah satu bank komersial milik pemerintah, Bank of China, telah menyiapkan sejumlah mesin ATM khusus di beberapa titik di kawasan penyelenggaraan Olimpiade. Uang kertas mata uang asing dapat dimasukkan ke dalam mesih ATM dan diubah menjadi uang kertas e-CNY atau yuan biasa. Namun sayangnya, ketersediaan e-CNY di Olimpiade telah menimbulkan beberapa kekhawatiran tentang keamanan siber dan perlindungan data.

Meskipun masih dalam tahap uji coba, bank sentral Tiongkok terus berupaya untuk mengembangkan dan mengawasi mata uang digital ini dengan ketat.

Analisis harga Bitcoin

Bitcoin bergerak stabil di rentangan US$42,5000 (sekitar Rp606 juta) dan US$46,000 (sekitar Rp 656 juta) pekan lalu.

Bitcoin tampak bergerak cukup kuat untuk saat ini. US$46,000 (sekitar Rp606 juta) menjadi level resistance pertama yang perlu ditembus. Level resistance selanjutnya ada di kisaran US$50,000 (sekitar Rp713 juta) dan US$52,000 (sekitar Rp741 juta). Bitcoin perlu menguji rata-rata pergerakan 200 hariannya (200-day moving average) dan juga level US$52,000 (sekitar Rp713 juta), yang sebelumnya sempat menjadi level resistance yang kuat.

Jika harga bergerak ke bawah, maka US$42,500 (sekitar Rp606 juta) telah menjadi support yang kuat selama sepekan terakhir. Jika breakout terjadi di bawah level ini, maka harga kemungkinan akan kembali ke level US$30,000-an (sekitar Rp427 juta).

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran atau rekomendasi ataupun ajakan investasi. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Did you find this useful?
8
1