Bitcoin Cs Terkoreksi, Saatnya Beli? #BeritaKripto

Seiring membaiknya kondisi pasar keuangan global, Bitcoin berangsur pulih dan berhasil naik ke level US$49.000 (sekitar Rp719 juta).

Bitcoin berangsur pulih dengan stabil, setelah sempat menyentuh titik US$46.000 (sekitar Rp677 juta) pada hari Sabtu (4/12) pagi. Seiring membaiknya kondisi pasar keuangan global, Bitcoin berhasil naik ke level US$49.000 (sekitar Rp719 juta).

Pasar keuangan dunia pun terpantau turun pada akhir minggu lalu. Kondisi tersebut berimbas pada turunnya Bitcoin sebesar hampir US$10.000 (sekitar Rp140 juta) dalam kurun waktu 1 jam. Pergerakan ini kemungkinan dipicu oleh kepanikan di pasar, akibat kabar yang belum pasti soal virus Corona varian Omicron.

Walaupun begitu, minggu ini harga kembali melambung. Sentimen serupa juga dialami oleh pasar keuangan global secara umum. Pasar saham Eropa dibuka dengan kuat pagi ini (Rabu, 8/12), seiring berkurangnya kekhawatiran investor terhadap varian Omicron setelah munculnya pernyataan bernada positif dari Dr. Fauci dan WHO. Sementara itu, Jumat akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,69% ke level 6.538,50 akibat kabar masuknya varian Omicron ke Indonesia. Namun, IHSG kembali menguat 0,85 persen menjadi 6.602,56 pada Rabu pagi (8/12).

Facebook batalkan larang kripto usai mundurnya para petinggi

Usai gagal meluncurkan aset kripto mereka, Novi, Facebook kini membatalkan kebijakan mereka yang melarang perusahaan-perusahaan aset kripto untuk memasang iklan di platform mereka.

Thailand segera menjadi ‘masyarakat positif kripto’

Dalam rangka revitalisasi ekonomi, Thailand berencana menjadi ‘masyarakat positif kripto’, dimana para wisatawan bisa menggunakan berbagai macam aset kripto tanpa mengkonversikannya ke mata uang lokal baht.

Afrika Selatan dan negara berkembang lain menjadi pengadopsi NFT terbesar dunia

NFT telah mengalami sukses besar sepanjang semester akhir 2021, dengan bermacam-macam seni digital yang terjual dengan nilai jutaan dolar. Hasil survei menunjukkan bahwa Afrika Selatan adalah negara dengan tingkat adopsi NFT nomor 12 terbesar di dunia.

Analisis harga Bitcoin

Pada tanggal 4 Desember, Bitcoin gagal mempertahankan support di level US$52.000 (sekitar Rp760 juta) dan akhirnya jatuh ke harga US$42.000 (sekitar Rp688 juta), lalu membentuk candle harian dengan rentang US$10.000 (Rp140 juta). 

Dengan demikian, Bitcoin jatuh ke bawah garis tren bullish pasar yang kami laporkan minggu lalu. Bisa dibilang, ini adalah tanda yang cukup mengkhawatirkan dari pasar. Support terdekat bitcoin berada pada area US$48.000 (Rp672 juta), yang telah beberapa kali menjadi level konsolidasi Bitcoin sepanjang tahun ini. 

Pergerakan harga mendadak ke bawah level US$48.000 ini disebabkan karena berkurangnya investor yang menahan aset kripto mereka pada posisi long trade. Level support selanjutnya ada di kisaran US$42.000 (sekitar Rp588 juta). Level ini merupakan level puncak pada rally harga di bulan Januari dan Agustus, serta menjadi level dasar pada aksi jual tanggal 4 Desember lalu. Jika harga bergerak naik, maka area US$52.000-US$54.000 (sekitar Rp728 juta – Rp756 juta) akan menjadi level resistance yang penting untuk diperhatikan.

Area ini merupakan level support selama bulan Oktober dan November, namun kini telah berbalik menjadi level resistance yang kuat. Breakout dari area ini bisa menjadi sinyal positif dari pasar, dan kembali menempatkan bitcoin di atas garis tren bullish pasar. Namun, usai lonjakan harga yang demikian, kemungkinan besar BTC akan bertahan di periode konsolidasi pada rentang sekitar US$48.000 – US$52.000 (sekitar Rp672 juta – Rp728 juta).

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Did you find this useful?
2
0