Bitcoin Kembali Masuk ke Zona Hijau, Tetap Waspada Pada Inflasi

Bitcoin Kembali Masuk ke Zona Hijau, Tetap Waspada Pada Inflasi

Setelah berhasil menembus resistance di harga US$30.500 (sekitar Rp440 juta), resistance Bitcoin kini berada di level US$32.000 (sekitar Rp462 juta). Bitcoin sempat diperdagangkan di level tersebut selama dua hari, sebelum akhirnya kembali ke bawah US$30.000 (sekitar Rp433 juta).

Pekan ini, seluruh pelaku pasar akan fokus pada data inflasi yang akan segera dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat. Data tersebut dapat menjadi indikasi adanya kenaikan suku bunga. 

Data Indeks Harga Konsumen (CPI / Consumer Price Index) bulan Mei, yang biasanya dijadikan sebagai tolok ukur inflasi,  juga akan diterbitkan pada hari Kamis (9/6). Pengumuman CPI ini biasanya diikuti oleh volatilitas pasar, baik pasar kripto maupun pasar lainnya, karena kenaikan suku bunga akan berdampak pada banyak aspek.

BI, OJK dan Bappebti diminta bersinergi demi melindungi industri aset kripto Indonesia

Pekan lalu, sempat ada usulan dari Komisi VI DPR RI untuk membekukan Bappebti sementara waktu. Tujuannya, untuk audit kinerja Bappebti mulai dari regulasi hingga SDM, karena Bappebti dianggap belum berhasil mengawasi perdagangan berjangka maupun digital, termasuk aset kripto. Pernyataan tersebut menuai kontroversi. Sejumlah ahli beranggapan bahwa sejauh ini, Bappebti sudah berfungsi cukup baik dalam mengawasi perdagangan kripto. Hanya saja, perlu sinergi lebih solid antara Bappebti, OJK, dan BI, agar dapat menetapkan regulasi lebih baik untuk melawan penipuan berkedok investasi Bitcoin yang merugikan masyarakat.

Otoritas Moneter Singapura lakukan kerja sama dengan JPMorgan Chase

Monetary Authority of Singapore (MAS), atau Otoritas Moneter Singapura, menjalin kerjasama dengan JPMorgan Chase untuk mengeksplorasi potensi DeFi lebih lanjut. Kerjasama tersebut merupakan bagian dari Project Guardian milik MAS, yang bertujuan untuk memahami seberapa efektif DeFi untuk meningkatkan proses pinjaman dana. JPMorgan Chase akan memimpin proyek blockchain sebagai bagian dari program tersebut, dan bank setral Singapura akan bersiap untuk memanfaatkan hasil pilot project tersebut dalam proses pembuatan kebijakan terkait kripto.

Paypal luncurkan fitur untuk transfer mata uang digital ke wallet eksternal

Setelah meluncurkan fitur untuk membeli dan menjual kripto pada Oktober 2020, platform pembayaran digital PayPal akhirnya merilis fitur yang membantu pengguna untuk mentransfer, menerima, dan mengirim aset digital melalui PayPal ke platform exchange maupun wallet lain. Fitur ini mulai bisa digunakan oleh beberapa pengguna PayPal di Amerika Serikat mulai hari Selasa (7/6). Pada peluncuran tahap awal ini, koin yang didukung oleh fitur ini adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH) dan Litecoin (LTC). 

52% investor kelas kakap di Asia ternyata punya aset digital di portofolio mereka

Sebuah riset yang dilakukan oleh Accenture baru-baru ini menunjukkan kalau investor besar di Asia sangat terbuka pada kripto. Pada kuartal pertama 2022, 52% investor tercatat memiliki aset digital di portofolio mereka. 

Aset digital yang dimiliki oleh para investor kelas kakap ini termasuk mata uang kripto, stablecoin, dan crypto fund. Rata-rata, aset digital tersebut menguasai 7% dari keseluruhan portofolio yang dimiliki oleh para investor tersebut. Jumlah tersebut lebih banyak dari yang dialokasikan untuk mata uang asing, komoditas, dan barang koleksi. Bahkan pada beberapa investor, jumlah tersebut hampir sama atau bahkan melebihi investasi mereka pada perusahaan modal ventura ataupun hedge fund.

Analisis harga

Setelah berhasil menembus resistance di harga US$30.500 (sekitar Rp440 juta), resistance Bitcoin kini berada di level US$32.000 (sekitar Rp462 juta). Bitcoin sempat diperdagangkan di level tersebut selama dua hari, sebelum akhirnya kembali ke bawah US$30.000 (sekitar Rp433 juta). 

Jika harga bisa bergerak naik, maka level resistance berikutnya ada di angka US$34.500 (sekitar Rp498 juta), yang sempat menjadi level support kuat di awal tahun ini. Jika harga bergerak turun, maka level US$29.000 (sekitar Rp419 juta) telah terbukti sebagai support kuat sejak awal bulan Mei. Jika harga bergerak turun menembus support di angka US$29.000 (sekitar Rp419 juta), maka level US$25.500 (sekitar Rp368 juta) akan menjadi level support berikutnya, yang juga menjadi level terendah saat Bitcoin turun drastis di awal Mei.

Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi, bukan rekomendasi ataupun ajakan investasi. Luno selalu menyarankan Anda untuk melakukan riset sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Did you find this useful?

132
8