Bitcoin Masih Datar, Menyusul Kabar Naiknya Suku Bunga AS

pergerakan bitcoin datar

Harapan harga kripto akan breakout di 2022 sepertinya masih belum terwujud dalam waktu dekat. Pergerakan Bitcoin dan aset kripto besar lainnya nampak masih datar di minggu ini. Pergerakan serupa juga terjadi pada pasar saham global, di mana masih terasa kekhawatiran bahwa bank sentral Amerika Serikat akan menaikkan tingkat suku bunga, untuk mengatasi inflasi.

Kini, Bitcoin tengah dipertukarkan di kisaran US$42.000 (sekitar Rp599 juta), sedangkan Ethereum di kisaran US$3150 (sekitar Rp44,5 juta). Simak kabar lainnya tentang Bitcoin di minggu ini yang sayang untuk Anda lewatkan!

Jika nantinya mulai kelihatan tanda pergerakan di pasar, mungkin penyebab utamanya adalah Konferensi Bitcoin Amerika Utara. Di acara ini, investor miliuner Mark Cuban, serta Walikota Miami, Francis Suarez dijadwalkan untuk hadir. Mari kita lihat, apakah ada kabar penting dari konferensi tersebut, yang sebanding dengan berita bahwa El Salvador akan jadi negara pertama yang mengizinkan Bitcoin sebagai alat tukar resmi pada tahun lalu.

Simak kabar lainnya tentang Bitcoin di minggu ini yang sayang untuk Anda lewatkan!

Visa gabungkan mata uang digital bank sentral (CBDC) dengan keuangan tradisional

Visa telah mengumumkan kerjasama baru dengan perusahaan software blockchain ConsenSys, untuk menjembatani CBDC dengan keuangan tradisional. Dengan kerjasama ini, nantinya pelanggan bisa menggunakan kartu Visa mereka yang terhubung dengan CBDC atau dompet digital mereka, di mana saja Visa diterima sebagai pembayaran.

Rio de Janeiro investasikan 1% cadangan devisa dalam bitcoin

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kripto ke dalam sistem keuangannya, 1% dari cadangan devisa Rio de Janeiro akan disimpan dalam bentuk Bitcoin. Penduduk Rio de Janeiro kemungkinan juga akan segera bisa membayar pajak properti mereka menggunakan Bitcoin.

Analisis harga Bitcoin

Pergerakan Bitcoin; masih bergerak di rentang konsolidasi yang cukup sempit, yakni di US$40.000 (sekitar Rp590 juta)

Nampaknya, tidak ada pergerakan harga yang cukup signifikan di minggu ke dua Januari 2022. Bitcoin masih berada di rentang konsolidasi yang sempit, yakni di kisaran US$40.000 (sekitar Rp590 juta). Angka US$41,500 (sekitar Rp597 juta) telah menjadi support selama beberapa hari terakhir, namun level support penting lainnya ada di angka US$40.000 (sekitar Rp590 juta). Bitcoin telah menghadapi resistance di angka US$44.000 (sekitar Rp633 juta), sementara level US$45.000 (sekitar Rp647 juta) yang adalah level support pada rentang konsolidasi sebelumnya kini telah menjadi titik resistance.


Jika harga bergerak ke bawah US$40.000, maka level support penting selanjutnya ada di angka US$37.500 (sekitar Rp540 juta). Di bawah itu, level support ada di angka US$30.000 (sekitar Rp431 juta).

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran atau rekomendasi ataupun ajakan investasi. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Did you find this useful?
12
0