Cara Berinvestasi Bagi Kalangan Muda

Cara Berinvestasi Bagi Kalangan Muda

Cara berinvestasi yang paling tepat adalah dengan memulainya sejak dini. Anda tak perlu menunggu kaya untuk memulai investasi. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh keuntungan besar dari efek compounding. Lewat efek ini, Anda bisa mendapatkan imbal hasil yang berlipat ganda. 

Praktik investasi sejak usia muda sudah banyak dilakukan oleh investor terkemuka dunia. Salah satu contohnya, Warren Buffet, yang memulai aktivitas investasi pertamanya saat menginjak usia 11 tahun. Berkat pengalamannya sejak usia muda, Buffet kini dikenal sebagai salah satu investor terkemuka dunia.

Baca juga: Investasi VS Menabung: Mana yang Lebih Penting? 

Tips Manjur Cara Berinvestasi untuk Anak Muda

Anda mungkin khawatir mengalami kerugian ketika memulai cara berinvestasi di usia muda. Mengalami kerugian ketika berinvestasi merupakan hal yang wajar. Sebagai gantinya, Anda perlu melakukan antisipasi terkait bagaimana cara berinvestasi yang aman dengan meminimalkan risiko kerugian. 

Ada lima tips penting yang bisa Anda praktikkan dalam upaya meminimalkan risiko kerugian saat berinvestasi, yaitu: 

1. Pahami Dasar-Dasar serta Risikonya

Langkah awal yang perlu Anda lakukan sebagai cara berinvestasi yang baik adalah membekali diri dengan pengetahuan yang cukup. Pengetahuan tersebut mencakup hal-hal yang berkaitan dengan dasar-dasar serta risikonya. 

Pengetahuan dasar tersebut dapat membantu Anda dalam memahami skema kerja dunia investasi. Sementara itu, pemahaman terkait risiko investasi membantu Anda dalam mengetahui tingkat toleransi terhadap risiko investasi. 

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Profil Risiko Investasi

2. Ketahui Tujuan Finansial Anda

Selanjutnya, Anda perlu mengetahui tujuan finansial dari investasi yang Anda jalankan. Tujuan tersebut bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Anda bisa mempunyai tujuan yang sifatnya jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. 

Tujuan jangka pendek dalam investasi merupakan objektif yang ingin Anda capai dalam waktu dekat, kurang dari 3 tahun. Beberapa contoh tujuan jangka pendek dalam investasi di antaranya adalah mengumpulkan biaya liburan, mempersiapkan modal bisnis, dan lain sebagainya. 

Sementara itu, tujuan jangka menengah adalah tujuan yang ingin Anda capai dalam kisaran waktu antara 3-5 tahun. Contohnya adalah mengumpulkan biaya pernikahan, dana untuk kuliah lanjut, dan sebagainya.  

Lalu, tujuan jangka panjang adalah tujuan yang ingin Anda capai dalam waktu yang cukup lama, lebih dari 5 tahun. Contoh tujuan investasi jangka panjang di antaranya adalah mengumpulkan dana pensiun, mempersiapkan dana pembangunan rumah, dan lain-lain.

Baca juga: Mengenal Investasi Jangka Panjang dan Jangka Pendek

3. Tentukan Instrumen Investasi yang Sesuai

Langkah ketiga dalam bagaimana cara berinvestasi yang tepat untuk anak muda adalah mulai menentukan instrumen investasi. Anda sudah memahami profil risiko dan telah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Dari situ, Anda bisa mempertimbangkan pilihan instrumen investasi yang tepat. 

4. Mulai Berinvestasi

Anda sudah memiliki pertimbangan pilihan investasi yang jelas. Maka, Anda segera mewujudkannya dan mulai berinvestasi. Sebagai contoh, kalau Anda tertarik berinvestasi kripto, mulai lakukan pembelian kripto sedikit demi sedikit. Kalau Anda menerapkan hal tersebut dengan rutin, investasi kripto Anda akan bertambah dalam jumlah cukup banyak dalam beberapa waktu.

Baca juga: Konsep Dollar Cost Averaging (DCA) untuk Penjadwalan Aset Kripto

5. Lakukan Evaluasi Berkala

Upaya terakhir dan tidak kalah penting adalah dengan melakukan evaluasi. Proses evaluasi sangat penting untuk mengetahui kinerja aset investasi Anda. Setidaknya, Anda perlu melaksanakan evaluasi investasi setiap 6 bulan. 

Dalam proses evaluasi tersebut, Anda dapat mengetahui seberapa besar keuntungan yang didapatkan. Dari situ, Anda pun bisa memutuskan untuk meneruskan investasi pada aset tersebut atau dapat pula memilih untuk berinvestasi pada aset lain. 

Nah, itulah panduan cara berinvestasi yang perlu Anda pertimbangkan ketika ingin memulai melakukan penanaman modal sejak usia muda. Semoga bermanfaat, ya.

Apakah artikel ini membantu?

0
0