Cara Membuat Rencana Keuangan Pribadi dengan Efektif

Cara Membuat Rencana Keuangan Pribadi dengan Efektif

Memasuki usia produktif, Anda pasti mulai berpikir mengenai kondisi keuangan pribadi Anda. Tak jarang, muncul keinginan untuk menjadi individu yang sehat secara keuangan. Ini memang jadi salah satu aspek finansial yang penting untuk jangka panjang alias di masa depan. 

Meski demikian, setiap strategi atau tindakan keuangan yang Anda pilih pasti harus berdasarkan pertimbangan finansial. Berapa banyak uang untuk ditabung atau dialihkan untuk investasi pastinya sangat bergantung dari kondisi finansial Anda saat ini. 

Ciri Keuangan Pribadi yang Tidak Sehat

Sebenarnya, sangat mudah mengenali kondisi ketika keuangan pribadi Anda sedang tidak sehat, yaitu:

  • Memiliki utang bulanan lebih dari 25% pendapatan. Apabila jumlah tersebut tidak dapat dikurangi, Anda tentu harus mempunyai penghasilan tambahan.
  • Tidak memiliki tabungan atau simpanan untuk keperluan darurat. Ini artinya Anda tidak memiliki dana cadangan untuk kepentingan darurat.
  • Tidak punya dana pensiun. Dana ini seharusnya ada untuk cadangan hari tua setelah Anda tidak lagi produktif. 

Cara Membuat Rencana Keuangan Pribadi yang Efektif

Mampu mengidentifikasi keuangan pribadi akan membuat Anda dapat melakukan evaluasi finansial lebih efektif apabila terdapat beberapa hal yang kurang tepat untuk keberlangsungan finansial Anda. Lalu, bagaimana cara membuat rencana keuangan pribadi yang efektif? Berikut langkah yang dapat Anda ikuti:

1. Memiliki Penghasilan

Pertama, tentu Anda harus punya penghasilan. Ini bisa berupa penghasilan bulanan dari pekerjaan tetap Anda, atau penghasilan sampingan dari bisnis lain yang Anda geluti di luar pekerjaan utama. Lebih baik lagi jika Anda memiliki penghasilan tetap dan penghasilan tambahan setiap bulannya. 

2. Mengelola Penghasilan dengan Baik

Cara membuat rencana keuangan pribadi berikutnya adalah mengelola penghasilan dengan baik. Cara tepat mengelola pemasukan bisa Anda lakukan dengan membaginya menjadi lima bentuk kepentingan. Pertama untuk pengeluaran bulanan, kedua untuk investasi atau tabungan, ketiga untuk cicilan, keempat untuk kebutuhan sosial, dan terakhir untuk gaya hidup. 

Adapun besaran setiap kebutuhan ini bisa Anda sesuaikan. Meski begitu, sebaiknya Anda mengacu pada perumusan anggaran 50:30:20. Berdasarkan perumusan pengaturan keuangan pribadi tersebut, sebanyak 50% pemasukan Anda akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan, seperti air, listrik, makanan, dan kebutuhan rumah lainnya. 

Lalu, sebanyak 30% dari penghasilan sisanya bisa Anda gunakan untuk kebutuhan yang sifatnya untuk menghibur diri Anda. Misalnya, makan di tempat favorit, belanja barang kesukaan, atau liburan ke destinasi yang ingin Anda tuju. Terakhir, sebanyak 20% dari sisa penghasilan Anda bisa Anda pakai untuk investasi dan menabung. 

3. Memiliki Anggaran Darurat

Selanjutnya, pastikan Anda memiliki dana darurat. Sebab, Anda tidak dapat menduga apa yang dapat terjadi di kemudian hari. Setidaknya, Anda sudah berjaga-jaga sebagai tindakan antisipasi. Anggaran darurat sendiri berperan untuk menutup semua pengeluaran yang terjadi secara mendadak. 

Ini termasuk biaya untuk memperbaiki mobil atau motor, perbaikan rumah, akibat bencana alam, sakit, hingga sebagai upaya antisipasi apabila Anda harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK. Jika Anda belum berkeluarga, besarnya anggaran darurat adalah setidaknya sampai tiga bulan dari pengeluaran Anda. Misalnya, pengeluaran Anda perbulannya sebesar Rp3 juta. Besarnya anggaran darurat yang perlu Anda siapkan setidaknya sebesar Rp9 juta. 

Sementara itu, apabila Anda telah memiliki keluarga, angka yang Anda butuhkan pastinya berbeda. Setidaknya, Anda perlu menyiapkan kira-kira 9 sampai 12 bulan pengeluaran Anda untuk anggaran darurat. 

4. Memiliki Aset Investasi

Cara membuat rencana keuangan pribadi terakhir adalah mempunyai aset investasi. Ini juga menjadi upaya antisipasi untuk berbagai kondisi yang tidak Anda inginkan. Sebab, secara tidak langsung, Anda memiliki pemasukan pasif. Bentuk investasi ini juga sangat beragam, mulai dari saham, logam mulia, sampai investasi dalam bentuk kripto. 

Itulah beberapa tips mengatur keuangan pribadi yang dapat Anda coba. Semoga bermanfaat.

Did you find this useful?

130
8