Cara Menyiapkan Dana Pensiun agar Hari Tua Terjamin

Cara Menyiapkan Dana Pensiun agar Hari Tua Terjamin

Menyiapkan dana untuk menopang masa pensiun sangat penting. Sayangnya, persiapan dana pensiun belum menjadi prioritas sebagian besar masyarakat Indonesia. Penyebabnya bisa karena belum ada kesadaran atau memang kesulitan mengelola uang untuk mengumpulkan dana pensiun.

Menyiapkan masa pensiun penting untuk memenuhi kebutuhan saat sudah tidak produktif secara finansial. Uang pensiun yang cukup juga bisa membantu anggota keluarga terutama anak agar mereka tidak menanggung beban ganda membiayai diri sendiri dan orang tua, terutama jika mereka juga punya keluarga sendiri.

5 Cara Menyiapkan Dana Pensiun

Bagaimana cara menyiapkan dana pensiun agar pengelolaan uang menjadi lebih mudah? Berikut lima strategi mudah yang bisa dilakukan segera.

1. Perhitungkan Waktu Pensiun

Waktu pensiun setiap orang bisa berbeda. Ada yang pensiun pada usia 56 tahun karena standar pekerjaan, ada juga yang berencana pensiun pada usia 60 atau 70 tahun. Kurangi angka rata-rata harapan hidup dengan usia pensiun untuk memperkirakan berapa uang yang dibutuhkan.

Misalnya, angka rata-rata harapan hidup orang Indonesia saat ini 74 tahun, dan usia pensiun 56 tahun. Jadi, target pengumpulan dana pensiun harus cukup untuk menghidupi diri selama kira-kira 18 tahun.

2. Perhitungkan Pengeluaran Standar

Untuk menghitung dana pensiun, perkirakan pengeluaran standar saat ini sebagai patokan. Pastikan menyertakan semua pengeluaran wajib seperti pembayaran tagihan listrik, air, internet, belanja keperluan sehari-hari, makan, mengisi bahan bakar, sedekah, dan lain-lain. Sisakan sedikit ruang untuk keperluan dadakan dan sedikit hiburan sesuai kemampuan.

Ketika menghitung pengeluaran, jangan lupa memperhitungkan inflasi tahunan yang rata-rata menunjukkan kenaikan sebesar lima persen. Hal ini akan menjadi patokan rata-rata dana bulanan yang dibutuhkan sesudah pensiun.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Benar

3. Tinjau Ulang Pemasukan dan Pengeluaran

Ketika kesadaran mengumpulkan dana pensiun semakin besar, saatnya meninjau pemasukan dan pengeluaran saat ini. Berapa penghasilan yang masuk setiap bulan? Apakah gaya hidup saat ini termasuk cukup atau berlebihan? Apakah ada pos-pos pengeluaran yang bisa dikurangi, dihapus, atau dibuat lebih efisien?

Jika ingin mengumpulkan dana pensiun, pastikan membuat pengeluaran saat ini lebih efisien. Mulailah menjadikan tabungan pensiun sebagai bagian dari pos rutin. Gunakan sistem atau aplikasi pengelolaan finansial pribadi agar lebih jelas.

4. Mulai Investasi dengan Jatah Tabungan Pensiun Bulanan

Tentukan berapa sebaiknya jatah tabungan dana pensiun bulanan (pastikan tidak memotong pos-pos penting atau membuat kehidupan jadi susah). 10 persen dari pemasukan bulanan cukup ideal, terutama ketika baru bekerja. Pisahkan dana ini dari pos lain seperti tabungan standar dan dana darurat. Hindari menggunakan dana pensiun untuk hal-hal lain agar tidak terus terkuras.

Baca juga: Cara Investasi untuk Pemula yang Baik dan Benar

Tempatkan tabungan pensiun dalam investasi sehingga ada efek penambahan nilai (compound) setiap tahun. Hal ini menjaga agar nilai tabungan pensiun tidak menyusut karena adanya inflasi tahunan. Contohnya adalah deposito, saham, reksadana dan aset kripto. Taruh tabungan pensiun pada minimal dua jenis investasi agar uang tidak menumpuk di satu tempat. 

5. Perhitungkan Target Dana Pensiun secara Berkala

Sama seperti pos keuangan lain, target tabungan pensiun harus selalu dievaluasi. Apakah ada pengeluaran darurat besar yang mengubah prioritas menabung? Apakah ada perubahan rencana pensiun? Sesuaikan tabungan pensiun dengan perubahan-perubahan ini.

Baca juga: Investasi VS Menabung: Mana yang Lebih Penting?

Akhirnya, jangan lupa menjaga kondisi keuangan agar relatif sehat. Hindari utang serta belanja yang tidak perlu, tetapi juga jangan sampai terlalu ketat sehingga tidak ada jatah bersenang-senang. Dengan kondisi keuangan yang sehat dan pengaturan tabungan serta melakukan investasi, mengumpulkan dana pensiun sejak dini tidak sesulit yang dibayangkan.

Apakah artikel ini membantu?

0
0