Kurs Adalah: Jenis Kurs dan Faktor yang Memengaruhinya

Kurs Adalah: Jenis Kurs dan Faktor yang Memengaruhinya

Kurs adalah konsep penting yang wajib Anda pahami apabila Anda tertarik terhadap mata uang negara asing. Dengan memahami apa itu kurs, Anda bisa mengetahui bahwa setiap negara memiliki nilai mata uang yang berbeda-beda. Mari simak lebih lanjut mengenai arti kurs dan faktor apa saja yang berperan di dalamnya.

Pengertian dan Jenis Kurs

Kurs di dalam konsep ekonomi diartikan sebagai nilai tukar dari sebuah mata uang fiat (fiat money) ke mata uang lainnya. Hampir semua negara di dunia menciptakan mata uangnya sendiri untuk mengatur sistem perekonomiannya. Mata uang di suatu negara akan memiliki nilai yang berbeda dengan mata uang di negara lainnya.

Berikut beberapa hal yang harus dipahami mengenai beberapa jenis kurs, yaitu:

1. Kurs beli

Kurs beli adalah harga yang diterapkan oleh sebuah institusi finansial (misalnya bank dan money changer) untuk membeli valuta asing yang Anda miliki. Nilai tukar tersebut menentukan berapa banyak yang akan Anda terima sebagai ganti setelah menukarkan aset mata uang asing Anda, bentuknya bisa dalam rupiah maupun mata uang asing lainnya.

2. Kurs jual

Kurs jual adalah harga yang diterapkan oleh institusi finansial yang melayani penukaran mata uang untuk menjual valuta asing kepada Anda. Jenis kurs ini akan memengaruhi besaran valuta asing yang diterima setelah menukarkannya dengan sebuah mata asing yang Anda miliki.

3. Kurs tengah

Kurs tengah bukanlah jenis kurs yang penggunaannya umum di pasar finansial. Nilainya berada di antara kurs jual dan kurs beli. Biasanya pedagang valuta asing memanfaatkan kurs ini untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli.

Baca juga: Mengenal Sifat – Sifat Uang dan Manfaat Menyimpan Uang

6 Faktor yang Memengaruhi Kurs

Terdapat beberapa faktor yang bisa memengaruhi kurs mata uang, yaitu:

1. Inflasi

Inflasi adalah kondisi di mana uang yang beredar di pasaran jumlahnya terlampau banyak, terutama dibandingkan persediaan barang sehingga harga-harga melambung. Akibatnya, nilai mata uang dalam negeri pun jatuh dan memengaruhi nilai tukarnya dengan mata uang asing.

2. Suku bunga

Bank pusat (central bank) akan menaik-turunkan suku bunga untuk mengatur pasar dalam negeri. Kenaikan suku bunga meningkatkan penanaman modal asing yang berimbas pada naiknya nilai mata uang dalam negeri. Namun, jika suku bunga dalam negeri terlalu tinggi dibandingkan suku bunga asing, pihak bank biasanya akan lebih memilih memberi pinjaman di pasar asing.

Baca juga: Apa Itu Tapering? Apa Dampak dari Tapering The FED?

3. Neraca pembayaran

Neraca pembayaran aktif biasanya diikuti oleh permintaan debitur asing yang meningkat. Ketika hal ini terjadi, nilai mata uang dalam negeri akan meningkat. Sebaliknya, neraca pembayaran negara yang pasif akan menjatuhkan kurs mata uang.

4. Ekspektasi

Pasar mata uang merupakan pasar yang sifatnya spekulatif. Ekspektasi investor terhadap kejadian pada masa yang akan datang pun akan memengaruhi pergerakan kurs. Misalnya, ketika para ekonom memprediksi bahwa Amerika Serikat akan mengalami inflasi, orang-orang berlomba untuk menjual aset dolar.

Baca juga: Spekulatif Adalah? Ini Bedanya Investasi dan Spekulasi

5. Aliran modal keluar

Aliran modal keluar (capital outflow) berperan terhadap pergerakan kurs. Ketika fokus penanaman modal dilakukan di luar negeri, orang-orang akan cenderung menukarkan mata uang domestik miliknya dengan valuta asing. Akibatnya, nilai tukar mata uang domestik pun menurun.

6. Kendali pemerintah

Sebagai penyusun kebijakan, pemerintah pun berperan dalam mengatur nilai tukar mata uang. Sebagai contoh, ketika pemerintah meningkatkan impor, permintaan terhadap mata uang asing akan meningkat. Hal ini menyebabkan turunnya nilai mata uang dalam negeri.

Baca juga: Apa Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter?

Pemahaman menyeluruh mengenai kurs adalah hal yang penting untuk mengetahui perbedaan nilai dari tiap mata uang yang dimiliki oleh berbagai negara.

Apakah artikel ini membantu?

0
0