Mengenal Apa itu Uang Dingin dalam Investasi

Mengenal Apa itu Uang Dingin dalam Investasi

Ada banyak hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai investasi. Salah satu yang paling esensial adalah sumber keuangan. Bagi mereka yang sudah lama terjun di dunia investasi, sumber keuangan yang paling tepat adalah uang dingin. Apa itu? Temukan jawabannya pada ulasan berikut ini.

Pengertian Uang Dingin

Istilah uang dingin sering terdengar di kalangan para pakar keuangan maupun investasi. Mereka kerap mewanti-wanti para investor pemula untuk menggunakan uang dingin dalam berinvestasi. Lalu apa maksud dari uang dingin itu sendiri?

Uang dingin merupakan uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan tertentu dan tidak akan digunakan dalam jangka waktu lama. Dengan kata lain, uang ini tidak terpakai sama sekali. Jadi khusus dialokasikan untuk investasi.

Tidak ada patokan pasti mengenai jumlah uang dingin yang harus digunakan untuk memulai investasi. Ini lantaran setiap orang memiliki kebutuhan dan penghasilan yang berbeda-beda. Uang dingin sendiri umumnya berasal dari 10 persen penghasilan utama. Ada juga yang berasal dari passive income atau bonus dari pekerjaan utama.

Baca juga: Cara Membuat Rencana Keuangan Pribadi dengan Efektif

Alasan Mengapa Harus Menggunakan Uang Dingin

Ada alasan khusus mengapa para pakar finansial menyarankan untuk menggunakan uang dingin sebagai modal investasi. Berikut beberapa alasan tersebut.

1. Meminimalkan risiko terhadap uang Anda saat terjadi kerugian

Investasi merupakan aktivitas keuangan yang cukup berisiko. Semua instrumen investasi memiliki tingkat risiko masing-masing. Ada yang risikonya cenderung kecil, ada pula yang cenderung tinggi namun imbal hasilnya kompetitif seperti saham dan kripto.

Baca juga: Apa itu Aset Kripto? Perbedaannya dengan Pasar Saham

Investasi sendiri bersifat fluktuatif karena mengikuti dinamika atau naik turunnya harga yang terjadi di pasar. Bahkan saat kondisi tertentu, kerugian sangat mustahil untuk dihindari. Tak sedikit investor yang harus kehilangan modal awal investasi mereka.

Nah, di sinilah pentingnya berinvestasi menggunakan uang nganggur. Jadi, jika Anda mengalami kerugian investasi, anggaran keuangan Anda lainnya tidak akan terganggu. Sebab, Anda menggunakan uang yang memang ditujukan untuk investasi.

2. Supaya tidak mengganggu pemasukan dan pengeluaran

Setiap orang memiliki pemasukan dan pengeluaran (cash flow) bulanan yang berbeda-beda. Nah, jika Anda melakukan investasi tanpa menggunakan anggaran khusus, otomatis cash flow Anda akan terganggu.

Tidak adanya anggaran bisa membuat uang yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari malah terpakai untuk investasi. Jika kondisi ini dibiarkan, maka Anda akan semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri.

Maka dari itu, buatlah anggaran dari semua sumber pemasukan Anda. Tentukan berapa persen yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pokok, menabung, dan investasi. Dengan cara ini, kegiatan investasi yang Anda jalani tidak akan mengganggu keluar masuknya uang tunai setiap bulan. 

Baca juga: Budgeting: Contoh, Manfaat, dan Cara Membuatnya

3. Lebih tenang saat melakukan investasi

Dengan menggunakan uang dingin, Anda bisa melakukan investasi dengan lebih tenang. Sebab, Anda tidak perlu mengganggu anggaran lain. Meski begitu, Anda tetap harus menjadi investor yang bijak. Lagi pula, mana ada investor yang mau merugi meskipun modal yang digunakan adalah uang nganggur?

Untuk itu, selalu lakukan analisis pasar untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian. Ingat, setiap instrumen investasi memiliki tingkat imbal balik dan risiko yang berbeda-beda. Jangan tergiur dengan imbal balik yang tinggi. Sebab, high risk high return.

Demikianlah ulasan mengenai apa itu uang dingin. Bagi Anda yang ingin melakukan investasi tapi tidak memiliki uang nganggur, Anda bisa mengumpulkannya mulai dari sekarang. Caranya dengan menyisihkan sekitar 10 persen dari semua pemasukan Anda tiap bulannya.

Baca juga: Cara Investasi untuk Pemula yang Baik dan Benar

Apakah artikel ini membantu?

0
0