Mengenal Arti FOMO (Fear of Missing Out)!

Mengenal Arti FOMO (Fear of Missing Out)!

Di dunia digital dan sosial media, Anda tentu sudah pernah dengar istilah FOMO alias fear of missing out. FOMO merupakan sebuah kejadian atau perasaan takut akan tertinggal sesuatu. Dalam dunia sosial, fenomena ini terjadi ketika Anda tidak ingin ketinggalan berita maupun tren.

Istilah ini pertama kali muncul tahun 2013 dan dikemukakan oleh Dr. Andrew K. Przybylski. Ketika seseorang mengalami FOMO, mereka merasa yakin bahwa setiap momen yang terjadi di luar sana adalah berharga dan tidak boleh ia lewatkan. Akibatnya, mereka menjadi gelisah dan tidak tenang karena khawatir ada hal yang terjadi di luar sana yang mereka lewatkan. 

FOMO dalam Dunia Investasi

Selain dalam dunia sosial, FOMO juga dapat terjadi dalam dunia investasi. Jika dilihat dari arti FOMO dalam trading, hal ini biasanya berbentuk perasaan takut tertinggal peluang investasi yang besar. Karena ketakutannya tersebut, investor yang memiliki masalah ini akan mengambil keputusan tanpa analisis yang rinci. Hal tersebut tentu saja sangat berisiko dan akan memengaruhi pergerakan pasar.

Investasi memang kegiatan yang bisa sangat menguntungkan dan menjamin masa depan. Namun, hal ini harus dilakukan dengan analisis yang matang dan rinci. Jika dilakukan atas dasar ketakutan dan kegelisahan akan kehilangan kemungkinan kesempatan, maka risikonya jelas menjadi lebih besar.

Bahaya Membiarkan FOMO Memengaruhi Investasi

Ada beberapa risiko bahaya yang bisa terjadi ketika Anda membiarkan FOMO memengaruhi keputusan investasi. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Terjebak membeli aset investasi berkualitas buruk hanya karena nilainya yang melonjak tiba-tiba.
  2. Aset investasi tersangkut pada harga tertinggi akibat tren FOMO. Ketika tren berakhir, akan sangat sulit menjualnya kembali dan hal ini akan menimbulkan kerugian.
  3. Akan butuh waktu lama sampai aset investasi bisa kembali ke harga normal. Pasalnya, para “bandar” akan menjadikan hal ini sebagai momen penting untuk “menggoreng” aset investasi agar harganya terus melambung tinggi. Makin sulit harganya kembali ke angka normal, maka Anda akan mengalami kerugian. 

Dampak Negatif FOMO dalam Dunia Investasi

Seperti yang sudah dibahas di atas, FOMO dalam dunia investasi bisa sangat merugikan. Fenomena ini dapat menimbulkan seseorang asal-asalan dalam memilih aset investasi tanpa analisis dan tidak memikirkan risiko investasi. 

Anda tentu sudah tahu bahwa untuk berkecimpung dalam dunia investasi, maka ada banyak hal yang harus dialami—mulai dari risiko, likuiditas, dan kinerja aset investasi untuk jangka panjang. 

Ketika terdapat penawaran sebuah aset investasi dalam jumlah terbatas dengan harga yang tinggi, beberapa investor sering kali tergiur dan lupa diri. Jika terpengaruh oleh FOMO, maka bisa jadi mereka akan tergesa-gesa membeli aset investasi tersebut tanpa benar-benar menganalisis keuntungan jangka panjangnya. Tentu saja hal ini bisa sangat merugikan nantinya.

Menghindari FOMO dalam Dunia Investasi

Baik dalam dunia sosial maupun finansial, Anda harus bisa menghindari FOMO. Dalam dunia sosial, Anda bisa menghindarinya dengan cara membatasi penggunaan media sosial dan fokus pada realita yang ada. Dengan begini, Anda akan terhindar dari hasrat untuk bersaing dengan orang lain di sekitar.

Dalam hal finansial, Anda bisa menghindari FOMO dengan selalu memikirkan risiko investasi sebelum melakukan pembelian aset investasi. Anda harus rajin dan teliti melakukan analisis sebelum memulai investasi dan tidak ikut-ikutan perkataan orang lain tentang sebuah aset.

Ketinggalan tren atau berita tidaklah selalu hal yang buruk. Anda tidak perlu takut kehilangan momen karena terburu-buru memutuskan sesuatu. Perlu diingat bahwa keputusan yang diambil dengan terburu-buru dan tanpa pertimbangan seringkali justru berdampak buruk.

Did you find this useful?
0
0