Mengenal Satuan Satoshi dalam Bitcoin

Mengenal Satuan Satoshi dalam Bitcoin

Ketika melakukan transaksi Bitcoin, Anda tak harus membeli atau menjualnya secara utuh 1 Bitcoin. Anda memiliki opsi untuk mendapatkannya dalam pecahan yang lebih kecil. Nah, dalam Bitcoin, Anda akan menemukan adanya satuan paling kecil yang dikenal dengan nama satoshi. 

Dalam praktiknya, banyak orang menyebut apa itu satoshi sebagai sats. Jadi, penyebutannya lebih singkat. Oleh karena itu, tak heran kalau Anda bakal menjumpai orang-orang menggunakan kata ‘mengumpulkan sats’ dalam forum atau komunitas Bitcoin. Itu artinya, mereka mengumpulkan Bitcoin sedikit demi sedikit. 

Berapa Nilai 1 Satoshi?

Penggunaan satuan satoshi memiliki manfaat dalam memecah nilai Bitcoin menjadi lebih kecil. Sistem seperti ini bisa pula Anda temukan pada aset kripto lain, termasuk di antaranya adalah Ethereum dengan wei sebagai satuan terkecilnya. Dalam mata uang dolar Amerika, Anda bisa menamakannya dengan sen. 

Lalu, berapa nilai 1 satoshi? Satu sats mempunyai nilai setara 0,00000001 BTC. Kalau dikonversikan dalam nilai mata uang rupiah saat ini, maka 1 sats setara dengan uang Rp3,1 (per 1 Januari 2023). Untuk mencapai nilai 1 BTC, Anda perlu mengumpulkan 100 juta sats yang nilainya setara Rp310 juta. 

Asal-usul Penggunaan Satuan Satoshi dalam Bitcoin

Penggunaan satoshi sebagai satuan terkecil dalam Bitcoin berkaitan erat dengan sejarahnya. Satuan ini diambil dari kreator Bitcoin, yakni Satoshi Nakamoto. Pengenalan satuan ini bermula pada tahun 2011. Hanya saja, butuh waktu cukup lama sampai banyak orang terbiasa menggunakannya. 

Baca juga: Tentang Bitcoin: Aset Digital yang Maju Hingga Saat Ini

Ide awal penggunaan satuan satoshi dalam BTC muncul pada tanggal 15 November 2010. Saat itu, seorang user forum BitcoinTalk bernama Ribuck mengusulkan pemakaian satoshi untuk menyebut 1/100 BTC atau 0,01 BTC. Usulan itu tak terlalu mendapatkan banyak dukungan. Baru pada Februari 2011, muncul thread lanjutan yang membahas tentang hal tersebut. 

Manfaat Penggunaan Satuan Satoshi dalam Bitcoin

Sekilas, penggunaan satuan sats dalam Bitcoin memang terlihat sederhana. Namun, penggunaannya memberi manfaat yang sangat besar dalam komunitas Bitcoin, termasuk di antaranya adalah: 

1. Kemudahan dalam Penyebutan

Manfaat yang pertama adalah terkait dengan penyebutan. Penggunaan satuan satoshi membuat cara penyebutan pecahan Bitcoin jadi lebih sederhana dan mudah. Sebagai contoh, Anda bisa menyebut 1 bit atau μBTC yang nilainya setara 0,000001 BTC dengan 100 satoshi. 

Demikian pula untuk pecahan lainnya, seperti: 

  • 1 mBTC yang setara 0,001 BTC dengan sebutan 100 ribu sats
  • 1 cBTC atau bitcent yang nilainya setara 0,01 BTC dengan 1 juta sats

2. Kemudahan Bertransaksi

Hadirnya sistem satuan satoshi juga memberi kemudahan dalam penggunaan Bitcoin. Anda tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengumpulkan Bitcoin. Sebagai gantinya, Anda dapat mulai mencicil dengan membeli sats. 

Baca juga: Bitcoin Adalah Emas Digital yang Bernilai, Apa Benar?

Ketika membeli sats, Anda tak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah banyak. Sebagai contoh, Anda ingin membeli 100.000 sats. Dengan nilai tukar yang berlaku, Anda cukup mengeluarkan uang sebesar Rp310 ribu. 

3. Meningkatkan Popularitas Bitcoin

Manfaat terakhir dan tak kalah penting, penggunaan satoshi dapat membantu dalam meningkatkan popularitas penggunaan Bitcoin. Hal ini punya kaitan erat dengan kemudahan dalam menggunakan Bitcoin untuk bertransaksi. 

Keberadaan satuan satoshi membuat siapa saja bisa memiliki Bitcoin. Selanjutnya, mereka pun bisa menggunakan Bitcoin tersebut sesuai kebutuhan masing-masing. Mereka dapat memilih untuk menyimpannya atau menggunakannya untuk belanja. 

Baca juga: Apa yang Menentukan Harga Bitcoin?

Nah, sampai di sini Anda sudah bisa memahami pengertian apa itu satoshi dalam Bitcoin, kan? Dengan adanya satuan ini, Anda bisa pula jadi salah satu orang pemilik Bitcoin. Yuk, mulai kumpulkan Bitcoin sedikit demi sedikit.

Apakah artikel ini membantu?

0
0