Mengetahui Beberapa Tujuan Investasi

Mengetahui Beberapa Tujuan Investasi

Setiap orang mempunyai tujuan dalam mengambil sebuah keputusan, termasuk ketika berinvestasi. Hanya saja, tujuan investasi masing-masing orang bisa berbeda. Hal tersebut berkaitan erat dengan tingkat kebutuhan mereka. 

Dalam setiap aktivitas investasi, Anda perlu terlebih dahulu menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Setelah menetapkan tujuan, Anda pun bisa memilih instrumen investasi yang tepat.

Baca juga: Mengenal Investasi Jangka Panjang dan Jangka Pendek

5 Tujuan Investasi yang Paling Umum

Setiap orang mempunyai tingkat kebutuhan berbeda. Oleh karena itu, tujuan investasi adalah aspek yang sifatnya fleksibel. Meski begitu, terdapat lima jenis tujuan yang kerap menjadi pertimbangan mayoritas investor, yakni:

1. Mendapat Penghasilan Tambahan

Tujuan pertama seseorang melakukan investasi adalah ketika mereka ingin memperoleh penghasilan tambahan. Penghasilan tersebut akan Anda peroleh berupa imbal hasil atau yang kerap disebut dengan istilah yield

Nilai penghasilan tambahan yang bisa Anda dapatkan dari sebuah investasi bisa sangat beragam, bergantung dengan jenisnya. Beberapa contoh jenis imbal hasil di antaranya adalah:

  • Yield on stock. Imbal hasil ini bisa Anda dapatkan ketika berinvestasi saham. Anda akan mendapatkannya dalam bentuk dividen. Frekuensi penerimaan dividen sangat variatif, tetapi umumnya adalah per tahun.
  • Yield on bonds. Anda akan memperoleh imbal hasil yang disebut yield on bonds ketika berinvestasi obligasi. Pembayaran imbal hasil ini akan Anda peroleh dalam bentuk kupon.
  • Yield on mutual funds. Anda bisa mendapatkan imbal hasil ini kalau berinvestasi reksa dana.

Baca juga: Apa itu Aset Kripto? Perbedaannya dengan Pasar Saham

2. Melindungi Nilai Uang dari Inflasi

Inflasi merupakan situasi ketika harga barang di pasaran mengalami peningkatan. Pada situasi tersebut, nilai mata uang pun bakal mengalami penurunan. Contohnya, beberapa tahun lalu, uang Rp100 ribu bisa Anda pakai untuk membeli 5 kg telur. Namun, saat ini uang yang sama hanya bisa Anda gunakan untuk mendapatkan 4 kg telur.

Baca juga: Apa Itu Deflasi? Contoh dan Perbedaannya dengan Inflasi

Fenomena inflasi terjadi hampir setiap tahun. Oleh karena itu, Anda tak bisa menghindarinya. Sebagai gantinya, Anda dapat meminimalkan risikonya. Caranya, Anda bisa menyimpan uang dalam bentuk aset tertentu. Contohnya yaitu untuk membeli emas, tanah, atau rumah. 

3. Menyiapkan Dana Masa Depan

Anda dapat pula menggunakan investasi dengan tujuan mengumpulkan dana untuk kebutuhan tertentu pada masa yang akan datang. Sebagai contoh, Anda ingin menggunakan imbal hasil dari investasi untuk mengumpulkan biaya pernikahan, dana pendidikan anak, dana liburan bersama keluarga, dan lain sebagainya. 

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Benar

4. Mencapai Kebebasan Finansial

Selanjutnya, ada pula investor yang mempunyai tujuan investasi berupa keinginan mencapai kebebasan finansial. Apa yang dimaksud dengan kebebasan finansial? Istilah kebebasan finansial merujuk pada kondisi ketika seseorang dapat melakukan pengambilan keputusan tanpa khawatir dengan faktor keuangan. 

Seseorang berada dalam fase kebebasan finansial ketika mampu memenuhi segala kebutuhannya tanpa perlu bekerja ataupun bantuan orang lain. Sebagai gantinya, dia memperoleh kemampuan finansial dari berbagai penghasilan pasif yang dimilikinya, termasuk di antaranya adalah investasi. 

5. Memenuhi Kebutuhan Darurat

Tujuan investasi yang terakhir adalah memenuhi kebutuhan dana darurat. Kebutuhan dana darurat merupakan kebutuhan penting, untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan yang bisa terjadi pada masa mendatang. Contohnya, ketika Anda menjadi korban PHK, mengalami kecelakaan, pandemi, dan lain sebagainya. 

Keberadaan dana darurat dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan ketika Anda mengalami kesulitan dalam memperoleh penghasilan. Kepemilikan dana ini pun membuat Anda punya kesiapan matang dalam menghadapi situasi buruk yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Cara Membuat Rencana Keuangan Pribadi dengan Efektif

Nah, itulah lima jenis tujuan investasi yang perlu Anda pahami. Di antara tujuan tersebut, mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda?

Apakah artikel ini membantu?

0
0