Metode Investasi Lump Sum

arti lump sum

Metode lump sum adalah suatu bentuk investasi yang dilakukan dengan cara menginvestasikan sejumlah besar uang yang dimiliki sekaligus dalam satu waktu. Artinya, investasi dilakukan bukan dengan perlahan dari waktu ke waktu. Misalnya, Anda memiliki banyak uang dan langsung menggunakan semua uang tersebut untuk membeli banyak kripto dalam satu waktu. Ini dianggap sebagai lump sum.

Investasi lump sum bisa menjadi paling efektif bila dilakukan dengan menggabungkannya bersama langkah investasi cerdas lainnya. Misalnya, melakukan pembelian kripto sekaligus dari dana yang telah terdiversifikasi adalah dua cara terbaik untuk menginvestasikan sejumlah besar uang sambil membatasi eksposur terhadap risiko. Akan tetapi, perlu diingat bahwa setiap melakukan investasi, Anda sekaligus turut mengambil risiko. 

Kelebihan dan Kekurangan Metode Lump Sum

Berinvestasi dengan metode lump sum memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

  • Biasanya digunakan sebagai bentuk investasi jangka panjang oleh para investor. Bukan tanpa alasan, para investor meyakini bahwa umumnya tren harga akan cenderung mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. 
  • Para investor tidak harus memikirkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian aset. Sebab, aset telah dibeli dalam satu waktu. 

Akan tetapi, metode lump sum adalah cara investasi yang tak lepas pula dari beberapa kekurangan, di antaranya:

  • Secara umum, sebenarnya investasi lump sum pasti membutuhkan modal dalam jumlah yang tidak sedikit. Apalagi jika Anda mengharapkan keuntungan yang sama besarnya dengan aset yang Anda beli.
  • Berpotensi mengakibatkan peningkatan risiko kerugian jika Anda memerlukan uang dalam waktu dekat. Terutama jika terjadi penurunan harga pasar. 

Lump Sum dan Dollar Cost Averaging

Selain lump sum, terdapat metode lain yang dapat Anda pertimbangkan untuk menginvestasikan uang dalam waktu yang teratur atau rutin, yaitu Dollar Cost Averaging.

Baik Dollar Cost Averaging maupun investasi lump sum dapat membantu menginvestasikan uang Anda secara strategis. Akan tetapi, mungkin bukan hal yang mudah untuk memilih yang tepat di antara keduanya.

Apabila toleransi Anda terhadap risiko cenderung rendah, Dollar Cost Averaging dapat membantu mencegah Anda dari kerugian dengan menyebarkan investasi dari waktu ke waktu serta melalui fluktuasi pasar. Namun, jika risiko bukanlah perhatian utama Anda, investasi lump sum dapat membantu Anda memaksimalkan hasil investasi.

Memilih antara berinvestasi melalui Dollar Cost Averaging dan investasi lump sum turun mengharuskan Anda memiliki kinerja potensial yang seimbang dengan toleransi terhadap risiko dan volatilitas.

Berinvestasi sekaligus melalui investasi lump sum dapat memungkinkan pengembalian yang lebih tinggi, jadi pilihlah metode ini jika perhatian utama Anda berfokus pada performa atau kinerja. Sementara itu, Dollar Cost Averaging dapat membantu Anda secara bertahap meningkatkan paparan risiko dari waktu ke waktu. Secara tidak langsung metode ini dapat membantu menurunkan stres dan menghindari kerugian di kemudian hari. Jika Anda ragu dalam menginvestasikan uang sekaligus, berinvestasi perlahan menjadi alternatif yang paling baik.

Metode apa pun yang nantinya menjadi pilihan, para investor sebenarnya sering kali paling diuntungkan dari memulai investasi dengan mendanai sepenuhnya setiap akun pensiun yang dapat diakses. Jadi, apapun metode investasi yang Anda pilih nantinya, apakah itu lump sum atau Dollar Cost Averaging, pastikan Anda telah mempertimbangkan semua efek positif dan negatifnya serta menyesuaikan dengan kemampuan finansial Anda. Semoga bermanfaat.

Did you find this useful?
0
0