Pengertian dan Arti Breakout yang Sesungguhnya

arti breakout

Bagi Anda yang sudah lama terjun ke dunia trading, Anda mungkin sudah pernah mendengar apa itu breakout dalam trading. Breakout trading kerap digunakan oleh para investor aktif untuk mengambil posisi di tahap awal tren. Secara umum, ini dapat menjadi titik awal untuk pergerakan harga utama dan volatilitas. Jika dikelola dengan benar ini dapat menawarkan risiko penurunan yang terbatas.

Lalu, apa itu breakout dalam trading? Breakout merupakan istilah yang menunjukkan kondisi ketika harga aset berada di atas level resistance atau bergerak di bawah level support

Contohnya, breakout ke atas pada pola grafik dapat menjadi indikasi harga akan mulai tren ke arah yang lebih tinggi. Breakout yang terjadi di volume tinggi (relatif dibanding volume yang normal) mengindikasikan ada peluang yang lebih besar bahwa harga akan cenderung ke arah tren tersebut.

Bagaimana Cara Trader Memanfaatkan Breakout

Secara umum, terjadinya breakout adalah karena harga tertahan di bawah area resistance atau di atas area support. Level support atau resistance merupakan garis yang kerap digunakan oleh para trader sebagai penentu titik masuk atau level stop loss. Saat harga melampaui level support atau resistance, trader yang menunggu breakout akan masuk. Sementara itu, trader yang tidak menginginkan harga breakout akan keluar dari posisi mereka agar tidak terjebak kerugian yang semakin besar.

Tingginya aktivitas ini seringkali menyebabkan kenaikan volume perdagangan. Ini menunjukkan bahwa banyak trader yang tertarik dengan level breakout. Volume yang lebih tinggi dibanding rata-rata akan membantu untuk mengonfirmasi adanya breakout. Apabila ada sedikit volume pada saat breakout, levelnya mungkin tidak cukup signifikan bagi banyak trader. Breakout volume rendah ini biasanya justru akan gagal.

Dalam kasus upside breakout, apabila gagal harga akan kembali jatuh di bawah level resistance. Dalam kasus downside breakout – atau yang kerap disebut breakdown, seandainya gagal harga akan rally kembali melampaui level support.

Trader yang memanfaatkan breakout untuk memulai trading biasanya menggunakan stop loss order untuk berjaga-jaga jika breakout gagal. Dalam kasus buy pada upside breakout, stop loss biasanya akan diposisikan tepat di bawah area resistance. Jika terjadi short pada downside breakout, stop loss biasanya ditempatkan tepat di atas level support yang sudah ditembus.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Breakout

Terdapat dua masalah utama yang perlu diperhatikan saat Anda menggunakan breakout. Masalah pertama adalah breakout yang gagal. Pergerakan harga yang sering terjadi di luar resistance atau support memang sering membuat trader breakout tergoda. Harga lalu berbalik arah dan tidak langsung bergerak ke arah breakout. Ini bisa terjadi berulang kali sebelum breakout yang sebenarnya.

Kedua, area support dan resistance itu sifatnya subjektif. Setiap trader pasti punya level resistance dan support yang berbeda-beda. Inilah sebabnya kenapa Anda juga perlu memantau volume. Kenaikan volume pada breakout adalah petunjuk bahwa level tersebut penting. Jika volume masih minim, artinya level tersebut tidak terlalu penting atau trader besar (yang biasa menyumbang volume besar dalam trading), belum siap memasuki pasar.

Dengan memahami arti breakout dan bagaimana cara menggunakannya, Anda bisa mengoptimalkan trading Anda untuk mendapatkan profit yang lebih besar.

Did you find this useful?
0
0