Sandwich Generation Adalah Generasi yang Memiliki Tanggungan

Sandwich Generation Adalah Generasi yang Memiliki Tanggungan

Pernah mendengar istilah sandwich generation? Istilah ini kerap terdengar di kalangan orang-orang yang membahas masalah finansial, khususnya di generasi milenial. Lantas, apa maksud dari generasi sandwich itu sendiri? Simak terus artikel berikut ini.

Pengertian Sandwich Generation

Sederhananya, sandwich generation adalah penggambaran kondisi di mana seseorang harus menanggung biaya hidup dari beberapa orang atau generasi sekaligus. Biasanya generasi atau pihak yang ditanggung adalah pihak atas seperti orang tua, saudara yang lebih tua, hingga kakek nenek.

Ada juga yang harus menanggung pihak bawah, seperti anak, adik, dan keponakan. Pihak atas yang ditanggung biasanya karena usianya sudah tidak produktif. Sedangkan pihak bawah biasanya karena masih sekolah atau belum memasuki usia untuk mencari pendapatan sendiri.

Beberapa individu yang termasuk sandwich generation biasanya sudah berkeluarga. Namun mereka masih harus membiayai orang tua atau saudaranya yang masih pada usia sekolah. Jadi, bisa dibayangkan betapa besarnya beban finansial para sandwich generation tersebut.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Benar

Tipe Sandwich Generation

Carol Abaya, jurnalis dan ahli dari isu generasi sandwich, mengategorikan kondisi ini ke dalam tiga tipe, yaitu:

  • Traditional sandwich generation: Tipe ini menggambarkan kondisi orang yang berusia 40-50 tahun dan harus merawat lansia dan anak-anaknya sendiri yang masih memerlukan sokongan finansial.
  • Club sandwich generation: Merupakan mereka yang berusia 50-60 tahun dan harus menanggung biaya hidup orang tua lansia, anak yang sudah dewasa, serta cucu.
  • Open faced sandwich generation: Merupakan semua orang yang terlibat dalam perawatan orang tua lanjut usia.

Baca juga: Budgeting: Contoh, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Dampak Negatif Menjadi Sandwich Generation

Terjebak dalam sandwich generation tentunya akan menimbulkan banyak dampak buruk. Berikut beberapa di antaranya:

1. Gampang lelah

Orang yang terjebak dalam lingkaran generasi sandwich jelas akan merasa mudah lelah. Bagaimana tidak, mereka tak hanya harus mencukupi kebutuhan diri sendiri. Namun juga kebutuhan orang tua dan anak-anaknya (jika sudah punya). 

Tak sedikit pula dari kaum sandwich generation yang harus mencari penghasilan tambahan hingga membuat jam istirahat berkurang. Hal ini tentunya akan membuat tubuh mereka menjadi mudah lelah. 

Fisik yang lelah juga akan berdampak buruk pada kesehatan mental. Sebab, mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja hingga tidak memiliki waktu untuk bersantai.

Baca juga: Apa Itu Passive Income? Penjelasan dan Cara Mendapatkannya

2. Mudah khawatir

Kaum sandwich generation juga cenderung mudah khawatir. Mereka kerap mengkhawatirkan masa depan diri sendiri dan pihak-pihak yang mereka tanggung biaya hidupnya. Biasanya mereka mengkhawatirkan cukup atau tidaknya hasil kerja yang diperoleh untuk kebutuhan hidup. Apakah sudah cukup untuk biaya pengobatan orang tua, dana pendidikan anak, dan sebagainya.

Baca juga: Cara Mengatasi dan Meminimalisasi Defisit Anggaran

3. Selalu merasa bersalah

Orang-orang dalam lingkaran sandwich generation sering merasa tidak puas dengan hasil kerja mereka sendiri. Perasaan ini umumnya muncul karena mereka merasa tidak bisa memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang menjadi tanggungannya. 

Jika berlarut-larut, maka akan memicu masalah mental. Beberapa orang biasanya akan cenderung menyalahkan dirinya sendiri. Mereka tidak bisa menghargai kerja keras yang sudah mereka lakukan. Kecenderungan ini akhirnya akan membuat mereka menjadi sulit untuk mengapresiasi dan mencintai diri sendiri.

Generasi sandwich merupakan rantai yang membelenggu orang-orang pada usia produktif. Generasi yang seharusnya bebas berkarya malah harus menanggung kebutuhan hidup banyak orang. Rantai ini sudah seharusnya diputus. Bukan berarti harus berhenti membantu orang tua atau saudara, melainkan dengan membuat rencana keuangan untuk masa depan yang lebih baik.

Apakah artikel ini membantu?

1
0