Scalping Adalah: Strategi Scalping dalam Trading Kripto

Scalping Adalah: Strategi Scalping dalam Trading Kripto

Bagi Anda yang baru menjajaki dunia trading cryptocurrency, Anda mungkin masih belum begitu memahami makna dari istilah-istilah dalam dunia trading. Salah satu istilah yang populer dalam dunia trading adalah scalping. Scalping adalah salah satu strategi trading yang berguna untuk mendapatkan profit dalam jangka waktu yang singkat.

Dalam pelaksanaannya, Anda perlu strategi khusus dalam melakukan teknik scalping cryptocurrency ini. Definisi scalping sebagai salah satu teknik trading cryptocurrency bisa Anda dapatkan dari penjelasan berikut.

Apa Itu Scalping?

Scalping adalah salah satu strategi yang sering digunakan trader dalam meraih keuntungan. Strategi ini diterapkan dengan cara melakukan pembelian dan penjualan aset cryptocurrency dengan selisih harga yang sedikit.

Sebagaimana umumnya trading, trader akan bergantung pada analisis teknikal. Dua indikator momentum yang biasanya digunakan adalah chart candlestick serta indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence)

Di sisi lain, indikator harga yang biasanya digunakan adalah moving averages, pivot points, dan Bollinger bands. Indikator-indikator ini digunakan untuk mengetahui titik support, yaitu titik terendah harga suatu aset dalam rentang waktu tertentu sebelum harga aset naik; dan resistance—harga tertinggi suatu aset dalam rentang waktu tertentu sebelum harga turun.  

Dalam penerapannya, scalping membutuhkan kecepatan trader dalam mengeksekusi pembelian atau penjualan sebuah aset kripto. Sebab, selisih sedikit waktu saja bisa membuat Anda mengalami kerugian, terutama jika fokus Anda adalah menjual aset.

Karakteristik Scalping

Ada beberapa karakteristik trading dengan menggunakan teknik scalping cryptocurrency ini, misalnya:

  1. Teknik scalping adalah teknik yang membutuhkan time frame tertentu. Bisa dikatakan, time frame ini adalah ‘masa tunggu’ seorang scalper sebelum melakukan tindakan pembelian/penjualan aset yang dimiliki. Masa tunggu ini bisa hanya dalam hitungan menit (misalnya 1, 5, atau 10 menit) atau hingga beberapa jam.
  2. Teknik scalping cryptocurrency hanya dilakukan pada hari yang sama. Terlepas dari kebebasan scalper dalam menentukan rentang time frame mereka, time frame tersebut berada dalam satu hari yang sama (intraday).
  3. Kegiatan scalping hanya dilakukan murni atas dasar analisis teknikal dan adanya fluktuasi harga. Maka dari itu, penting bagi trader untuk melakukan eksekusi pembelian/penjualan harga pada momen yang tepat untuk menghindari kerugian.
  1. Scalping adalah kegiatan high-risk trading, namun tidak begitu menjanjikan keuntungan yang besar. 

    Risiko besar ini tidak hanya timbul karena fluktuasi harga kripto, namun juga karena penggunaan leverage dalam melakukan trading. Sebagaimana diketahui, leverage adalah pinjaman dana yang diberikan pihak broker kepada trader untuk melakukan trading

    Keuntungan yang bisa didapat dari scalping juga biasanya tidak bisa maksimal. Sebab, trader akan menjual aset hanya dalam time frame tertentu. Maka dari itu, ada kemungkinan trader akan kehilangan kesempatan menjual aset pada saat harga paling tinggi dalam hari itu.
  1. Broker biasanya menentukan syarat kepemilikan aset minimal sebelum Anda bisa melakukan scalping. Tanpa adanya kepemilikan aset sejumlah yang ditetapkan, maka Anda perlu menggunakan akun margin dan menggunakan leverage dalam melakukan trading dengan teknik scalping
  1. Pembelian maupun penjualan aset biasanya dilakukan dalam jumlah besar (bulk). Maka dari itu, meskipun keuntungan per unitnya kecil, jumlah penjualan yang besar juga dapat mendatangkan keuntungan yang lumayan besar.

Contoh Scalping

Misalnya, seorang trader melakukan trading dengan teknik scalping. Ia membeli sebuah aset kripto seharga Rp100.000,00/unit. Nah, ia melakukan pembelian sejumlah Rp100.000.000,00 dengan time frame 2 jam.

Selama time frame tersebut, ia mengamati ada kenaikan dan penurunan harga aset kripto, namun tren harga tetap naik dibandingkan dengan harga beli. Harga aset pun belum mencapai titik resistance-nya. Di akhir time frame tersebut, ia akhirnya memutuskan menjual seluruh aset tersebut dengan selisih harga Rp500,00 per unitnya.

Dari selisih harga tersebut, keuntungan trader tersebut dapat dihitung sebagai berikut: (Rp100.000.000,00 : Rp100.000,00) x Rp500,00 = Rp500.000,00.

Strategi scalping adalah salah satu cara trading menguntungkan yang banyak diterapkan pada trader. Meski terkesan mudah, Anda perlu pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya sebelum memutuskan untuk trading dengan strategi ini.

Did you find this useful?
1
0