Spekulatif Adalah? Ini Bedanya Investasi dan Spekulasi

Spekulatif Adalah? Ini Bedanya Investasi dan Spekulasi

Dalam pasar keuangan, spekulasi atau spekulatif adalah salah satu cara yang dilakukan para spekulan untuk mendapatkan keuntungan atau profit. Lalu, apa bedanya dengan investasi konvensional? Perbedaan utamanya terletak pada risikonya. Namun, untuk lebih memahaminya, mari simak ulasan berikut ini.

Perbedaan Investasi dan Spekulasi

Investasi dan spekulasi merupakan dua istilah yang berbeda. Investasi adalah sebuah bentuk penanaman modal pada instrumen tertentu dengan tujuan menghasilkan keuntungan. Instrumen yang dimaksud antara lain adalah saham, reksadana, obligasi, deposito, emas, aset kripto, dan lain sebagainya.

Untuk memperoleh keuntungan, para investor tetap harus memperhitungkan risiko. Umumnya, mereka mengambil risiko rata-rata atau di bawah rata-rata dalam bentuk capital gain, pembayaran bunga, atau dividen.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Pendapatan dari Investasi

Sementara, spekulasi atau spekulatif adalah kegiatan transaksi keuangan untuk memperoleh keuntungan besar meski berpotensi kehilangan nilai yang besar. Pelaku spekulasi atau spekulan cenderung lebih fokus mencari keuntungan setinggi-tingginya dari taruhan terhadap instrumen yang dibeli. 

Meski spekulasi kerap dikaitkan dengan aktivitas perjudian, keduanya tak sama. Sebab, para spekulan berusaha mencari alasan logis untuk membenarkan kegiatan finansial yang mereka lakukan.

Baca juga: Cara Investasi untuk Pemula yang Baik dan Benar

Nah, untuk lebih memahami perbedaan antara spekulasi dan investasi, simak poin-poin berikut ini:

1. Cara mengambil keputusan

Spekulan dan investor memiliki metode berbeda dalam mengambil keputusan. Spekulan cenderung hanya mengandalkan sedikit informasi untuk melihat perkiraan naik turunnya nilai di pasar. Sementara, investor melakukan analisis secara lebih menyeluruh, seperti melakukan analisis teknikal dan fundamental.

2. Jangka waktu

Perbedaan investasi dan spekulasi juga dapat dilihat dari jangka waktu yang diambil. Umumnya, spekulasi bersifat jangka pendek karena spekulan lebih fokus untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Berbeda dengan investasi yang bersifat jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan secara berkelanjutan.

Baca juga: Mengenal Investasi Jangka Panjang dan Jangka Pendek

3. Cara menempatkan modal

Pelaku spekulasi cenderung menempatkan modal pada instrumen yang dianggap mampu mendulang keuntungan besar. Di antaranya adalah saham gorengan, valas, dan pasar komoditas. Sementara, investor lebih tertarik pada instrumen dengan fundamental yang kuat, seperti reksadana, saham, dan kripto blue chip, deposito, dan lain sebagainya.

Cara Kerja Spekulasi

Sektor properti merupakan contoh yang ideal untuk memahami cara kerja spekulasi dengan mudah. Properti adalah aset berharga yang bisa dimanfaatkan kembali untuk mendapatkan pemasukan tambahan atau passive income. Kegiatan ini dapat mengaburkan batas antara investasi dan spekulasi bila tujuannya adalah untuk disewakan.

Menyewakan properti memang termasuk bagian dari investasi. Namun akan disebut sebagai spekulasi bila Anda membeli sejumlah properti dan membayar uang muka minimal agar dapat dijual kembali secepatnya untuk mendapatkan keuntungan.

Pelaku spekulasi umumnya mampu mempersempit potensi sebaran bid-ask dan menyediakan likuiditas. Tujuannya tidak lain agar para produsen bisa melindungi risiko nilai di pasar secara efisien. 

Investasi atau Spekulasi?

Bagi Anda yang baru pertama kali terjun ke dunia aset investasi mungkin bertanya-tanya, pilih investasi atau spekulasi? Dari penjelasan di atas, tentunya Anda bisa menyimpulkan bahwa investasi adalah salah satu kegiatan finansial yang ideal untuk mendapatkan keuntungan dengan mempertimbangkan risiko yang ada.

Baca juga: Return Adalah? Mengenal Arti High Risk High Return

Sementara itu, spekulasi atau spekulatif adalah tindakan finansial yang jauh lebih berisiko dibanding investasi. Kegiatan spekulasi lebih fokus pada keuntungan hingga mengabaikan potensi kerugian yang besar. Berbeda dengan investasi di mana investor harus melakukan analisis secara mendalam untuk meminimalkan risiko sebelum menanamkan modal pada suatu instrumen.

Apakah artikel ini membantu?

0
0