Suku Bunga AS Akan Naik Lagi, Kripto Kena Imbasnya?

Suku Bunga AS Akan Naik Lagi, Kripto Kena Imbasnya?

Pertengahan pekan lalu, harga Bitcoin kembali ke level US$20.000 (sekitar Rp299 juta), setelah sempat menyentuh US$24.000 (sekitar Rp359 juta). Kini, Bitcoin bergerak di kisaran US$21.000 (sekitar Rp314 juta) sejak Senin (25/7). 

Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mengalami penurunan harga hampir 10%. Aset kripto besar lain juga mengalami hal serupa. Ethereum kembali turun ke bawah US$1.400 (sekitar Rp20 juta) setelah pekan lalu sempat naik cukup tinggi.

Investor tampaknya mulai waspada menunggu keputusan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Menurut para analis, kenaikan suku bunga The Fed menjadi salah satu penyebab pergerakan harga yang signifikan di pasar sepanjang tahun ini. 

Pertemuan hari Rabu (27/7) tersebut akan menentukan strategi untuk mengatasi inflasi yang semakin tinggi. Bahkan, sudah melampaui prediksi hingga berada di angka 9,1% pada bulan Juni. 

Menurut laporan, para analis meramalkan The Fed akan menaikkan suku bunga mereka sebesar 75bps. Artinya, suku bunga tersebut akan naik ke kisaran 2,25 – 2,5%, atau sama dengan suku bunga sebelum pandemi.

Jangan lupa, ikuti rangkuman berita kripto menarik minggu ini yang telah kami pilih untuk Anda!

Tambang Bitcoin semakin ramah lingkungan

Menurut BMC, hampir 60% komunitas penambang Bitcoin telah menggunakan sumber energi terbarukan untuk beroperasi. Di antaranya adalah tenaga matahari, angin, dan panas bumi. 

Menariknya, jumlah hashrate Bitcoin tercatat mengalami peningkatan sebanyak 137%, sehingga keamanannya pun semakin meningkat. Banyak yang berspekulasi bahwa peningkatan hashrate dan konsumsi energi ini akan berjalan secara linear. Tapi ternyata, BMC mencatat bahwa walaupun hashrate meningkat hingga 137%, konsumsi energi mengalami peningkatan yang cukup rendah, yaitu sekitar 63%.

Dubai buka 40.000 lowongan pekerjaan untuk dorong ekonomi digital lewat Metaverse

Strategi baru akan dilakukan pemerintah Dubai untuk mendirikan kota metropolis berbasis Metaverse. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan 40.000 pekerjaan virtual dan meningkatkan jumlah perusahaan blockchain di wilayah tersebut sebesar 500% pada tahun 2027. Pengembangan ini diprediksi akan menambah US$4 miliar (sekitar Rp59 triliun) bagi perekonomian Dubai. Ini juga sekaligus menjadikan Dubai sebagai salah satu dari 10 pusat tenaga metaverse terbesar dunia. Mega proyek ini akan dipimpin oleh putra mahkota Dubai Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Untuk merealisasikannya, rekrutmen akan banyak dilakukan untuk mengembangkan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Kabar baiknya lagi, lowongan ini pun terbuka untuk bekerja secara remote. Apakah Anda minat daftar untuk opsi karier di masa depan?

UU baru di Inggris akan atur stablecoin sebagai alat pembayaran

Undang-undang Layanan dan Pasar Keuangan (Financial Services and Markets Bill), akan menggantikan aturan Uni Eropa yang sudah ada dan memberikan kuasa bagi pemerintah untuk mengawasi para pembuat aturan.

Sejak Inggris meninggalkan Uni Eropa pada tahun 2020, Inggris tidak lagi memiliki kewajiban untuk tunduk pada hukum Uni Eropa. Termasuk peraturan terkait stablecoin dan aset digital milik Uni Eropa yang disebut dengan MiCA, yang banyak menuai kontroversi. Sehingga, Inggris lebih leluasa untuk membuat aturan terkait stablecoin dan aset digital yang diharapkan bisa lebih suportif pada ekosistem kripto.

Analisis harga

Harga Bitcoin yang terpantau naik dengan stabil dalam dua minggu terakhir, akhirnya tertahan di level resistance US$24.000. Setelah gagal menembus level ini, harga Bitcoin jatuh ke US$21.000. Bitcoin masih menunjukkan  tren penurunan dengan level support-nya di angka US$19.000 (sekitar Rp285 juta). Angka ini juga jadi level harga rebound dalam beberapa kesempatan di sepanjang bulan Juli.

Kalau Bitcoin jatuh ke bawah US$19.000, maka support berikutnya ada di US$17.500 (sekitar Rp262 juta), yang telah menjadi harga rendah di pasar bearish belakangan ini. Level support tersebut secara teknis cukup kuat, namun US$14.000 (sekitar Rp210 juta) juga jadi level support yang perlu diperhatikan. Level ini juga merupakan puncak harga di tahun 2019. Jika Bitcoin berhasil naik seperti pekan lalu, maka area resistance penting berikutnya ada di kisaran US$28.000 (sekitar Rp420 juta). Ini juga menjadi salah satu harga tahunan terendah di tahun 2021, dan jadi support kuat sepanjang bulan Mei.

Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi, bukan rekomendasi ataupun ajakan investasi. Luno selalu menyarankan Anda untuk melakukan riset sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum berinvestasi atau trading kripto.

Did you find this useful?
2
0