Analisis harga Bitcoin merosot: Bears bereuforia – saatnya beli?

Satu pekan terakhir dunia kripto diwarnai dengan berbagai peristiwa dan berita penting. Diawali dengan cuitan CEO Tesla Elon Musk di Twitter yang kemudian pemberitaannya menyebar ke berbagai media.

Bitcoin turun pasca cuitan Elon Musk di Twitter

Elon menyebutkan di Twitter-nya bahwa Tesla tidak akan menerima Bitcoin sebagai pilihan pembayaran produknya. Tak pelak, diduga hal ini menyebabkan penurunan Bitcoin sebesar 35% dari rekor tertingginya di angka US$64,880 (Rp 950 juta) pada bulan lalu menjadi US$40,000 (Rp 560 juta) saat artikel ini kami tulis. Bitcoin belum pernah menyentuh level ini sejak awal Februari.

Namun di tengah-tengah kabar ini, para ahli tidak terguncang dengan situasi tersebut. Strategis komoditas Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, menulis pada hari Kamis bahwa: “Pengumuman Elon Musk bahwa Tesla memberhentikan pembelian menggunakan bitcoin tidak menggoyahkan keyakinan bahwa aset kripto sedang berada pada permulaan penemuan harganya dan akan menjadi aset cadangan digital global di dunia dengan proses digitalisasi dan elektrifikasi yang semakin cepat.

Analisis koreksi tajam Bitcoin 

Tak lama, di tengah pekan ini kita kembali melihat penurunan harga BTC yang cukup tajam. Bitcoin merosot tepat di bawah US$33.000 (Rp 460 juta) pada Rabu sore 19 Mei untuk pertama kalinya sejak Februari. Sempat pulih di kisaran US$41.000, kini harga berada di level US$37.000 – US$38.000 (Rp 540 juta – Rp Rp 560 juta). Tetapi dapatkah level resistance ini terus bertahan? Perlu kita ingat bahwa Bitcoin berada di US$37.000 (Rp 540 juta) ketika Tesla pertama kali mengumumkan bahwa mereka akan mulai menerima Bitcoin sebagai opsi pembayaran. Apakah ini level yang harus kita perhatikan?

Pasar kripto tampaknya diselimuti oleh FUD (fear, uncertainty and doubt: rasa takut, ragu, dan tidak pasti) dan pemberitaan negatif di berbagai media. Hal ini adalah sesuatu yang wajar dan sering terjadi di pasar kripto sejak lama, namun biasanya akan berujung pada kembalinya optimisme pasar. Bahkan rumor tentang China yang melarang aset kripto untuk ke-100 kalinya pun muncul kembali – sesuatu yang sebenarnya sudah mereka lakukan sejak tahun 2017.

Penting untuk diingat di saat seperti ini bahwa koreksi adalah hal yang umum terjadi dalam dunia investasi, terutama untuk Bitcoin. Ketika market ‘memanas’, seperti yang terjadi baru-baru ini terhadap Bitcoin, Anda bisa memprediksi terjadinya periode pendinginan untuk menemukan keseimbangan antara pembeli dan penjual. Yang terjadi saat ini adalah koreksi tajam pada bull market kali ini. Bull run di tahun 2017 pun mengalami lima kali koreksi harga yang cukup tajam, jadi yang terjadi saat ini bukanlah hal yang mengejutkan.

Namun, kita masih perlu mengamati apakah hal yang sama akan terjadi karena situasi selalu berbeda, tetapi jika kita merujuk ke sejarah yang pernah terjadi, maka hal ini bukanlah kondisi yang mengejutkan. Hal ini sering dianggap oleh beberapa orang sebagai peluang membeli atau mulai investasi. Anggapan ini didukung dengan Pimpinan Arcane Research yang mencatat dalam sebuah laporan bahwa: “Di masa lalu, pasar yang sangat menakutkan seperti ini secara historis menghadirkan peluang pembelian yang solid selama Bull Run. ” Akankah hal ini terbukti benar?

Korelasi antar koin meningkat – XRP bergerak lawan arah

Market altcoin tampaknya juga mengikuti jejak Bitcoin, setelah beberapa kali bergerak ke arah yang berbeda di bulan lalu. Ethereum juga bergerak menurun dan diperdagangkan di bawah US$3,000 (Rp 42 juta). XRP menjadi satu-satunya koin dengan kinerja yang mencolok, dengan harga yang tetap stabil sepanjang seminggu terakhir di kisaran US$1.50 (Rp 21,000). Apakah XRP bisa terus menanjak naik serta kembali pulih dan bersaing dengan cryptocurrency lainnya?

Analisis harga

Setelah gagal menembus US$60,000 (Rp 840 juta) di awal pekan lalu, harga Bitcoin terus menurun dan tidak berhenti hingga menyentuh level di bawah US$40,000 (Rp 580 juta). Level ini merupakan ATH di bulan Januari, dan berpotensi terjadi pembalikan harga dari level Resistance menjadi Support. Jika terjadi, maka ini akan menjadi sinyal bullish.

Harga kini bergelut di area US$37,000 (Rp 540 juta), dan seharusnya ditutup (close) di atas level ini dalam trading harian – level ini adalah level Support pada pertengahan Februari dan awal Maret. Jika harga close di bawah US$45,000 (Rp 630 juta), maka tampaknya akan terjadi pengujian bearish dan kemungkinan harga akan kembali ke level US$42,000 (Rp 590 juta). Jika harga gagal bertahan di US$40,000 (Rp 560 juta), maka harga mungkin bisa turun ke level US$30,000 (Rp 420 juta).

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Did you find this useful?
0
0