Apa Itu Chainlink?

Chainlink berperan sebagai penghubung antara data di ‘dunia nyata’ atau data eksternal, dan smart contract di jaringan Ethereum atau jaringan cryptocurrency lain yang serupa. Chainlink cukup mencuri perhatian, karena sudah bekerja sama dan terintegrasi dengan sejumlah perusahaan besar seperti Google, Intel, dan Amazon Web Services.

Smart contract adalah kontrak atau perjanjian yang akan diproses secara otomatis oleh program komputer. Proses tersebut bisa berlangsung kalau syarat dan ketentuan yang disetujui telah terpenuhi dan dikonfirmasi oleh jaringan kripto di mana kontrak tersebut berada. Chainlink menghubungkan smart contract itu dengan sumber data yang ada di luar jaringan kripto. Data-data eksternal tadi dapat digunakan untuk mengonfirmasi apakah syarat-syarat dalam sebuah kontrak sudah terpenuhi. Datanya pun bisa beragam, seperti kondisi cuaca, harga properti, skor pertandingan, dan sebagainya.

Pada dasarnya, saat sebuah smart contract memerlukan data eksternal, mereka bisa terhubung dengan Chainlink untuk mendapatkannya. Hal ini diperlukan agar smart contract bisa digunakan untuk mendukung lebih banyak kontrak lain yang bergantung pada berbagai faktor pendukung.

Salah satu contohnya adalah asuransi penerbangan. Jika penerbangan Anda terlambat, maka Anda akan mendapat kompensasi dari asuransi tersebut. Dengan smart contract, maskapai yang menanggung asuransi bisa membayarkan kompensasi secara otomatis. Asalkan, syarat dan ketentuannya telah terpenuhi. Chainlink memiliki peran penting dalam proses tersebut, karena bisa menghubungkan ke data eksternal seperti kondisi cuaca dan jadwal penerbangan. Setelah itu, bisa dipastikan apakah penumpang berhak mendapatkan kompensasi atas keterlambatan tersebut.

Untuk fungsi di atas, Chainlink menggunakan ‘oracle’, yaitu pihak ketiga yang mengumpulkan data dari luar, lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa yang bisa digunakan di jaringan blockchain. Oracle di sistem Chainlink ini bersifat terdesentralisasi, artinya tidak ada satu orang atau kelompok tertentu yang memegang kendali terhadap data tersebut. Tapi, seluruh pihak yang ada di dalam jaringan tersebut bisa bertanggung jawab atas akurasi data yang diberikan. Sistem ini berguna untuk menghindari kegagalan di satu pihak, dan menjaga keamanan data.

Chainlink memiliki tokennya sendiri yang disebut LINK. Token ini merupakan salah satu token ERC-20 yang dikembangkan dalam jaringan Ethereum. LINK berfungsi sebagai reward atau imbalan untuk membayar layanan yang diproses oleh oracle.

Did you find this useful?
1
0