Apa Itu Passive Income? Penjelasan dan Cara Mendapatkannya

Apa Itu Passive Income? Penjelasan dan Cara Mendapatkannya

Bekerja demi mendapatkan uang adalah keniscayaan, tetapi ada cara lain untuk mendapat penghasilan. Passive income bisa menjadi sumber penghasilan tambahan tanpa menambah jam kerja yang sudah ada. Akan tetapi, banyak orang yang belum memahaminya dan bahkan mengira jika penghasilan pasif tidak begitu menguntungkan.

Semua orang bisa mendapatkan penghasilan pasif jika tahu caranya. Berikut panduan singkatnya sebelum memilih jenis yang paling tepat.

Keuntungan Passive Income

Sesuai namanya, penghasilan pasif memberi pemasukan dengan kerja minimal. Caranya adalah menanamkan investasi agar dapat menghasilkan efek penambahan (compound) seiring waktu. Walau ada kerja yang terlibat, frekuensi dan beban kerjanya tidak seberat penghasilan aktif. Penghasilan pasif juga bisa dipandang sebagai bentuk kerja lain, tetapi sifatnya sampingan, lebih fleksibel, dan bukan merupakan fokus utama dalam hal pekerjaan.

Memiliki passive income membawa banyak manfaat. Selain mencukupi kebutuhan, penghasilan pasif bisa menjadi tabungan untuk tujuan masa depan seperti liburan atau naik haji dan dana pensiun. Penghasilan pasif juga bisa dijadikan modal bisnis masa depan ketika memutuskan untuk pensiun atau berhenti kerja.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Benar

Cara Mendapatkan Penghasilan Pasif

Bagaimana cara mendapatkan passive income yang legal sekaligus menguntungkan? Inilah beberapa cara yang bisa dipilih sesuai kemampuan dan kebutuhan.

1. Menyewakan Properti

Cara ini cukup umum di Indonesia. Banyak orang memilih menyewakan rumah atau membuka kos-kosan sebagai penghasilan tambahan. Hal ini cukup menguntungkan terutama di daerah perkotaan, di mana banyak orang membutuhkan tempat tinggal yang terjangkau. Jika tinggal di daerah tujuan wisata, rumah bisa disulap menjadi homestay atau bed and breakfast.

2. Menulis Blog

Blog bisa menjadi sumber penghasilan pasif lewat beberapa cara: menyewakan spasi untuk beriklan atau mendaftar program seperti Google AdSense. Metode ini membutuhkan waktu sampai bisa menghasilkan keuntungan karena blog harus punya reputasi terlebih dahulu. Akan tetapi, apabila sebuah blog memiliki konten bermutu dan diisi secara berkala, biasanya pengiklan dan Google AdSense akan lebih tertarik bekerja sama.

Baca juga: Cara Membuat Rencana Keuangan Pribadi dengan Efektif

3. E-book, Akun YouTube, atau Kursus Online

Metode passive income ini cocok untuk yang memiliki keahlian tertentu, misalnya memasak, membuat benda seni, bermain alat musik, dan sebagainya. Penghasilan bisa diperoleh dari menjual keahlian dengan tarif tertentu atau mendapat pemasukan dari YouTube dan hasil penjualan.

Ada perbedaan antara membuat akun YouTube dan E-book dengan bergabung dalam program kursus daring. Akun YouTube biasanya butuh waktu dan modal agar hasil rekamannya berkualitas. E-book membutuhkan situs atau blog yang sudah mapan agar orang tertarik. Keduanya membutuhkan waktu dibandingkan dengan langsung bergabung di platform kursus daring.

4. Instrumen Investasi

Melakukan investasi ke dalam instrumen investasi juga dapat menambahkan pendapatan dari passive income. Penghasilan pasif bisa didapatkan dengan menanamkan uang ke dalam aset investasi seperti kripto, saham atau obligasi. Tetapi perlu diingat bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko dan keuntungannya masing-masing.

Baca juga: Cara Investasi untuk Pemula yang Baik dan Benar

5. Bisnis Iklan Mobil

Pernahkah Anda melihat mobil pribadi yang jendela atau sisinya ditempeli logo iklan besar? Para pemilik mobil ini sedang meraih pendapatan pasif dengan menyediakan kendaraan mereka sebagai ruang beriklan. Tarif yang diperoleh tergantung popularitas penyewa, lokasi, durasi, serta posisi pemasangan iklan, misalnya 1,2 juta rupiah per tiga bulan untuk bagian belakang mobil dan 2 juta rupiah dalam durasi yang sama untuk bagian samping.

Mendapatkan passive income bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik berupa investasi maupun sedikit kerja sampingan. Pastikan memilih sumber penghasilan yang sesuai dengan kemampuan dan intensitas kegiatan sehari-hari.

Baca juga: Investasi VS Menabung: Mana yang Lebih Penting?

Apakah artikel ini membantu?

0
0