Apa itu Pembelian Impulsif? Pengertian dan Ciri-Cirinya

Apa itu Pembelian Impulsif? Pengertian dan Ciri-Cirinya

Salah satu faktor yang menyebabkan gaji bulanan cepat habis dan sulit menabung adalah kebiasaan pembelian impulsif atau impulsive buying. Apa itu pembelian impulsif? Seperti apa ciri-cirinya? Adakah cara untuk menghindarinya? Berikut ini informasi selengkapnya untuk Anda. 

Pengertian Pembelian Impulsif 

Apa itu impulsif? Dari arti katanya, impulsif berarti sifat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati. Dengan demikian, secara sederhana dapat dijelaskan bahwa pembelian impulsif atau impulsive buying merupakan kegiatan membelanjakan uang yang tidak terencana atau tiba-tiba. 

Masalahnya, barang yang kita beli ketika impulsive buying biasanya merupakan benda yang tidak kita butuhkan sama sekali. Jika tidak diatasi, bukan tidak mungkin ke depannya kebiasaan ini akan mengganggu kondisi finansial kita. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui ciri pembelian impulsif dan cara mengatasinya. 

Baca juga: Cara Mengatasi dan Meminimalisasi Defisit Anggaran

Ciri-ciri Pembelian Impulsif

Ada beberapa hal yang menandakan bahwa Anda punya kebiasaan melakukan pembelian impulsif. Apa sajakah ciri pembelian impulsif? Berikut ini beberapa di antaranya.  

Mudah Tergoda Promosi atau Diskon

Seseorang yang terbiasa melakukan pembelian impulsif biasanya merasa harus berbelanja ketika melihat promo atau diskon. Padahal, benda yang ditawarkan pun sebenarnya tidak ia butuhkan. 

Mencari Kepuasan Instan

Beberapa pelaku pembelian impulsif mengaku merasa puas setelah memenuhi keinginannya. Walaupun, ada juga yang berakhir penyesalan ketika barang pesanan datang dan mereka sadar tidak membutuhkannya. 

Sebagai Sarana Melepaskan Stres

Sebagian orang juga menjadikan impulsive buying sebagai sarana mengatasi stres. Masalahnya, semakin buruk kondisi psikologisnya saat berbelanja, barang yang dibeli pun bisa semakin tidak masuk akal. 

Tiba-tiba Membeli Barang Tanpa Pikir Panjang

Ciri utama dari pembelian impulsif adalah membeli barang tanpa pikir panjang. Bahkan, terdapat beberapa kasus seolah orang tersebut membelinya di bawah alam sadar sehingga saat barang datang, mereka bahkan tidak ingat telah melakukan transaksi. 

Baca juga: Mengenal Manfaat Hidup Hemat dan Cara Menjalaninya

Cara Berhenti Melakukan Pembelian Impulsif

Pembelian impulsif merupakan kebiasaan buruk yang jika tidak diatasi dapat menyebabkan masalah finansial pada masa depan. Pasalnya, seseorang dengan kebiasaan ini sering kali seperti tak punya kontrol atas keinginannya. Jadi, bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba. 

Menyusun Skala Prioritas Pengeluaran

Agar pengeluaran teratur dan terarah, sebaiknya buat skala prioritas pengeluaran. Urutkan kebutuhan Anda dari yang urgensinya paling tinggi hingga terendah. Dari sini, Anda bisa membedakan mana kebutuhan yang bisa ditunda dan tidak, serta mana yang bisa dikeluarkan dari daftar. 

Memiliki Rencana atau Budget Pengeluaran Bulanan

Langkah selanjutnya untuk menghindari pembelian impulsif adalah dengan membuat rencana keuangan bulanan. Pastikan Anda hanya memasukkan kebutuhan yang benar-benar penting ke dalam daftar pengeluaran. Setelah itu, berusahalah disiplin menjalankan rencana yang telah Anda buat tersebut. 

Baca juga: Budgeting: Contoh, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Memiliki Catatan Pemasukan dan Pengeluaran Bulanan

Catat setiap pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda, sekecil apapun itu. Langkah ini penting sebagai bahan evaluasi bulanan Anda nantinya. Sebaiknya, hindari pengeluaran di luar rencana dan skala prioritas yang telah Anda tentukan sebelumnya. 

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Kebutuhan adalah sesuatu yang sifatnya tidak bisa ditunda dan harus dipenuhi, sedangkan keinginan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan sifatnya tidak mendesak. Dalam hal ini, pembelian impulsif masuk ke dalam kategori keinginan sehingga sebaiknya ditunda atau ditiadakan. Anda harus memahami ini agar dapat bijak dalam menggunakan uang. 

Itulah beberapa hal tentang pembelian impulsif yang perlu Anda ketahui. Bila merasa memiliki ciri seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebaiknya segera atasi masalah ini sebelum terlambat. 

Baca juga: Cara Menghemat Uang Setiap Hari dengan Benar

Pasalnya, jika diteruskan, bukan tidak mungkin pada masa yang akan datang Anda akan rela berutang demi memenuhi keinginan impulsif. Hal ini tentunya akan menjadi masalah finansial serius yang mengganggu hidup Anda.

Apakah artikel ini membantu?

0
0