Apa Perbedaan Profit dan Revenue?

Apa Perbedaan Profit dan Revenue?

Profit dan revenue adalah dua istilah yang sering Anda jumpai dalam kegiatan bisnis. Sepintas, keduanya terlihat sama karena berkaitan dengan pemasukan yang diperoleh suatu perusahaan. Namun faktanya, perbedaan profit dan revenue cukup signifikan terhadap perhitungan keuntungan serta keberlangsungan sebuah bisnis di masa depan.

Profit vs Revenue: Apa Bedanya?

Keduanya, baik itu profit maupun revenue, adalah bagian dari pendapatan sebuah bisnis. Namun, perhitungan profit dan revenue berbeda—pun dampaknya bagi operasional dan kebijakan-kebijakan lain yang ada dalam sebuah bisnis.

Profit adalah pendapatan bersih yang diterima oleh suatu bisnis atas penjualan produk yang dilakukan, baik barang maupun jasa. Cara melakukan perhitungan profit yaitu dengan mengurangi perolehan dengan berbagai biaya pengeluaran untuk bisnis.

Sementara itu, revenue adalah pendapatan total (kotor) yang diperoleh bisnis dari kegiatan penjualan yang dilakukan. Jika merujuk pada angka revenue, maka angka tersebut belum dikurangi oleh biaya-biaya untuk keperluan produksi atau operasional bisnis terkait lainnya—termasuk pajak.

Sebagai contoh, Anda memiliki usaha membuat usaha dessert box rumahan. Total biaya untuk pembelian bahan baku adalah sebesar Rp3.500.000,00 selama satu minggu dengan biaya-biaya lain seperti upah seorang asisten, listrik, gas, dan sebagainya memiliki total senilai Rp1.300.000,00. 

Bahan-bahan tersebut menghasilkan 140 dessert box dengan harga jual per porsi adalah sebesar Rp50.000,00. Dengan asumsi bahwa seluruh dessert box terjual habis, maka perhitungan revenue dan profit adalah sebagai berikut.

Revenue = jumlah produk yang terjual x harga jual

= 140 x Rp50.000,00

= Rp7.000.000,00

Profit = (jumlah produk yang terjual x harga jual) – (total biaya pengeluaran)

= (140 x Rp50.000,00) – (Rp3.500.000,00 + Rp1.300.000,00)

= Rp7.000.000,00 – Rp4.800.000,00

Hasilnya yaitu: Rp2.200.000,00

Mana yang Lebih Penting, Profit atau Revenue?

Dalam sebuah laporan bisnis perusahaan, besarnya revenue selalu menjadi perhatian. Hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan bagi sebagian orang—bukankah revenue tidak mengindikasikan “keuntungan yang riil” dari sebuah bisnis?

Hal tersebut tidak salah. Namun, perlu dipahami bahwa sebuah bisnis—terutama dalam skala besar yang memerlukan investasi dari pihak lain—juga perlu “menjual” usaha yang mereka lakukan. Revenue yang besar menjadi salah satu indikator nilai yang dihasilkan perusahaan tersebut dari produk yang dijual. Lebih lanjut, revenue juga bisa menjadi catatan untuk menilai pangsa pasar dan peluang menjanjikan lainnya.

Di sisi lain, profit juga tetap penting. Bagaimanapun, sebuah bisnis tentu bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya agar tetap terus berkembang. Oleh sebab itu, jika Anda menjalankan sebuah bisnis, pastikan untuk memahami konsep perbedaan profit dan revenue serta menyeimbangkan keduanya untuk keberlangsungan usaha.

Cara untuk Meningkatkan Profit

Mengambil margin yang tinggi bukanlah cara paling tepat untuk meningkatkan profit. Ada beberapa langkah lain yang bisa Anda lakukan untuk menaikkan keuntungan bisnis seperti berikut ini.

Gunakan Konsep Cross Selling

Cross selling adalah aktivitas yang dapat mendorong pembelian produk lainnya yang berhubungan dengan produk utama yang Anda tawarkan. Misal, Anda menjual produk utama dessert box. Maka, Anda dapat membuat penawaran lainnya seperti minuman kekinian kopi susu dengan keunikan khas brand Anda.

Anda tidak harus menawarkan secara terpisah kedua produk tersebut. Sebagai langkah alternatif, Anda bisa membuat program promo bundle. Jika harga masing-masing (beli terpisah) 1 dessert box adalah Rp50.000,00 dan 1 kopi susu adalah Rp15.000,00, maka Anda bisa menawarkan paket kombo keduanya dengan harga Rp60.000,00 saja (potongan Rp5.000,00).

Adanya promo semacam ini juga memengaruhi psikologi konsumen yang mendorong mereka untuk makin melakukan pembelian. Tentunya, gunakan kata-kata dan desain promosi yang menarik untuk memancing konsumen.

Manfaatkan Berbagai Kanal Pemasaran

Promosi pada masa kini lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu dengan kehadiran internet dan berbagai platform sosial media, mulai dari WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, hingga TikTok. 

Gunakan kesempatan ini untuk memaksimalkan kegiatan promosi Anda. Tentu, Anda tidak harus menggunakan seluruh teknologi atau platform yang ada. Sebaliknya, justru mulailah dengan beberapa platform yang paling sesuai dengan target pasar Anda.Itulah penjelasan mengenai profit vs revenue. Meski terdapat perbedaan profit dan revenue yang signifikan, keduanya memiliki peran penting masing-masing untuk membantu Anda mencapai tujuan bisnis.

Did you find this useful?

130
8