Dana Darurat atau Investasi, Duluan yang Mana?

Dana Darurat atau Investasi, Duluan yang Mana?

Investasi dan dana darurat adalah dua pos penting dalam pengaturan keuangan. Akan tetapi, keduanya sering dianggap serupa sehingga pemilik uang kebingungan mengaturnya. Padahal, walau serupa, investasi dan dana darurat ideal memiliki perbedaan terkait fungsi sehingga sebaiknya dikelola secara terpisah. 

Apa yang membedakan dana darurat dan investasi? Mana yang sebaiknya menjadi prioritas?

Perbedaan Fungsi Dana Darurat dan Investasi

Sebelum mengatur prioritas keuangan, pastikan memahami fungsi utama kedua pos keuangan ini.

Dana darurat atau dana emergensi merupakan uang simpanan untuk cadangan jika terjadi sesuatu yang membutuhkan pendanaan cepat. Contohnya adalah kecelakaan, kerusakan barang penting yang mahal, hingga terputusnya sumber gaji seperti PHK atau kebangkrutan. Pos dana emergensi dibuat agar pemilik uang tidak perlu mengambil jatah dari pos lain, misalnya uang belanja, pembayaran tagihan, atau pembayaran untuk sekolah/kuliah.

Sebaliknya, investasi adalah dana yang sengaja disimpan serta dikelola agar nilainya bertambah. Hal ini dilakukan untuk mencegah nilai uang tergerus inflasi tahunan seperti pada tabungan biasa. Tujuan investasi biasanya adalah rencana besar masa depan, misalnya pernikahan, biaya pendidikan, pembelian rumah, ibadah haji, hingga pensiun.

Baca juga: Investasi VS Menabung: Mana yang Lebih Penting?

Mana yang Didahulukan?

Melihat pentingnya uang simpanan untuk cadangan dan investasi, apakah sebaiknya mengusahakan keduanya secara bersamaan?

Jika memang tidak sanggup, tidak perlu memaksakan diri.

Pastikan mendahulukan uang simpanan untuk cadangan atau dana darurat karena sifatnya yang termasuk genting. Dana darurat idealnya berjumlah minimal enam kali pengeluaran bulanan. Jika sesuatu terjadi, dana dengan jumlah tersebut cukup untuk menalangi kebutuhan hidup selama beberapa bulan atau menangani keadaan darurat apa pun yang muncul.

Angka ini tidak perlu dijadikan patokan baku. Sesuaikan kebutuhan dana emergensi dengan kondisi keuangan dan keluarga. Misalnya, pasangan yang sudah menikah mungkin bisa mengumpulkan dana darurat idealnya yang berjumlah sembilan bulan pengeluaran. Jika sudah punya anak, jumlahnya bisa ditingkatkan menjadi 12 bulan.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Benar

Investasi setelah Dana Darurat

Jika target uang simpanan untuk cadangan sudah terpenuhi (atau nyaris terpenuhi), saatnya menentukan proporsi pembagian penghasilan untuk investasi. 

Ingat, uang untuk investasi tidak boleh memotong pengeluaran bulanan standar, biaya pembayaran tagihan, maupun dana emergensi. Tentukan sendiri proporsi ideal untuk membagi penghasilan sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai contoh, jika target dana emergensi sudah hampir terpenuhi, sisihkan 10 persen untuk mengisi rekening dana emergensi dan 20 persen untuk investasi. Sisanya bisa dibagi-bagi untuk keperluan lain sebagai biasa, di luar kedua urusan tersebut.

Baca juga: Cara Investasi untuk Pemula yang Baik dan Benar

Tips Memulai Investasi

Jika sudah memiliki dana investasi tanpa terbebani dana emergensi, lakukan hal-hal berikut agar tujuan investasi cepat tercapai.

  1. Pilih Minimal Dua Jenis Investasi

Memilih dua jenis investasi mengurangi risiko terhadap simpanan uang. Dua atau lebih investasi juga menambah portofolio aktivitas keuangan dan memberi banyak sumber pendanaan masa depan.

  1. Pilih Investasi berdasarkan Profil Risiko

Jangan tergiur janji-janji keuntungan besar. Pilihlah aset yang sesuai dengan profil risiko investasi serta kebutuhan keuangan Anda. Investasi kripto dan saham termasuk berisiko cenderung tinggi, tetapi dengan hasil yang cenderung besar. Sebaliknya, deposito dan obligasi pemerintah hasilnya tidak sebesar saham atau kripto, tetapi risikonya cenderung rendah. Emas juga merupakan investasi favorit masyarakat Indonesia karena mudah dan sifatnya likuid.

Baca juga: Apa itu Aset Kripto? Perbedaannya dengan Pasar Saham

  1. Buat Jadwal Tabungan Investasi Rutin

Pastikan periode tabungan investasi dibuat rutin jika ingin melihat hasil yang memuaskan dan cepat. Demi kemudahan, buat pilihan auto debet pada rekening agar penghasilan yang masuk ke rekening bisa otomatis digunakan untuk investasi. Cara lain adalah langsung melakukan transfer ke rekening investasi sesuai dengan persentase yang direncanakan.

Investasi dan dana darurat idealnya berjalan beriringan dalam proses mengelola keuangan. Pastikan merencanakan pengumpulan dana emergensi dan investasi sesuai dengan kondisi keuangan serta kebutuhan.

Baca juga: Cara Berinvestasi Bagi Kalangan Muda

Apakah artikel ini membantu?

0
0