Diversifikasi Adalah: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya

Diversifikasi Adalah: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya

Kemungkinan Anda pernah mendengar sebuah nasihat investasi berikut: jangan menaruh semua modal Anda di satu tempat. Anda perlu menyebarkan dana Anda di berbagai tempat. Ternyata, nasihat tersebut tidak hanya berlaku pada kasus investasi konvensional. Diversifikasi portofolio semacam ini pun berlaku pada investasi kripto.

Pentingnya Menerapkan Strategi Diversifikasi

Strategi investasi ini dilakukan dengan cara menanamkan kapital yang Anda miliki ke beberapa bentuk aset di saat yang bersamaan. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisasi risiko kerugian yang tentu saja bisa terjadi. Jika meletakkan seluruh kapital di satu jenis aset dan terjadi penurunan nilai signifikan, maka Anda akan menderita kerugian yang besar.

Seperti kita ketahui aset kripto merupakan jenis aset yang sifatnya fluktuatif tergantung dengan kondisi pasar. Apabila Anda menginvestasikan kapital ke beberapa jenis kripto sekaligus, maka kerugian di sebuah kripto bisa ditanggulangi oleh keuntungan di investasi kripto yang lainnya. Investasi pun dapat terus bertumbuh.

Metode ini sangat tepat bagi individu yang baru saja memulai investasi kripto. Pada waktu ini, hal yang terpenting adalah menjaga kapital yang sudah dialokasikan sebelumnya dan menyusun strategi untuk terus mengembangkan margin profit dan portofolio.  Seiring berjalannya waktu, kemungkinan besar tingkat toleransi risiko investor kripto akan makin besar.

Cara Diversifikasi Aset

Untuk memperluas portofolio kripto Anda, disarankan untuk membeli berbagai jenis aset yang ada di pasaran. Tentunya ada beberapa indikator yang menjadi bahan pertimbangan seseorang untuk memutuskan jenis aset manakah yang layak dibeli. Berikut merupakan beberapa indikatornya:

  • Aset memiliki performa yang baik di masa sekarang.
  • Performa di masa lalu menunjukkan peningkatan yang stabil.
  • Ada potensi untuk aset agar berkembang di masa depan berdasarkan tren pasar.

Secara garis besar, ada tiga jenis kripto yang layak Anda pelajari karena potensinya di pasar Indonesia yang cukup besar di masa depan:

  1. Currency

Jenis kripto ini bisa jadi merupakan jenis kripto yang paling populer di Indonesia karena aksesibilitasnya sangat mudah. Dua contoh yang paling populer adalah Bitcoin dan Ethereum. Sistem kerjanya seperti uang sehingga Anda bisa melakukan transaksi dengannya.

  1. Asset (Aset)

Cara kerja produk kripto ini cukup berbeda dengan jenis currency. Alasannya adalah karena valuasinya sangat tergantung dengan kondisi eksternal. Sebagai contoh, kripto yang bernama Gold GLC nilainya tergantung dengan harga emas dunia. Volatilitasnya cukup besar.

  1. Object

Jenis kripto ini belum cukup populer di Indonesia tetapi memiliki potensi besar. Namun, nilai utilitasnya cukup tinggi karena kripto ini digunakan untuk kapital banyak proyek-proyek start-up. Bisa dibilang kerjanya seperti venture capital.

Menghitung Margin Profit Aset

Dengan cakupan portofolio yang luas, Anda wajib untuk tahu cara menghitung margin profit yang didapatkan. Berikut merupakan langkah-langkah untuk melakukan perhitungannya:

  • Nona J membeli 3 jenis aset: Bitcoin, Ether, dan USD Coin dengan nilai sama (masing-masing 100$).
  • USD Coin memberikan kerugian sebesar 5%, tetapi Bitcoin dan Ether masing-masing menunjukkan persentase keuntungan sebesar 10%.
  • Aset Bitcoin berarti menjadi sebesar 110$, Ether sebesar 110$, dan USD Coin sebesar 95$.
  • Profit Anda sebesar (110$+110$+95$) – 300$ = 15$.
  • Jika 1$ senilai Rp 14.000, maka Anda memperoleh keuntungan Rp 210.000 dengan mengeluarkan modal sebesar Rp 4.200.000.
  • Dalam kasus ini, persentase keuntungan Anda adalah 5%.

Melakukan diversifikasi portofolio adalah komponen penting dari kesuksesan investasi. Anda perlu dengan bijak memilih jenis kripto yang dibeli dengan memperhitungkan berbagai faktor untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

Did you find this useful?
1
0