Ini Penyebab Harga Bitcoin Turun Naik Setiap Harinya

Ini Penyebab Harga Bitcoin Turun Naik Setiap Harinya

Latar Belakang

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan Bitcoin atau BTC menjadi populer di antara para penggiat investasi dan teknologi digital. BTC yang pada dasarnya adalah sebuah mata uang digital yang bisa digunakan sebagai aset investasi bagi banyak orang yang ingin meraup keuntungan. Namun, yang unik adalah jika dibandingkan dengan aset investasi lain, harga BTC di pasaran dapat dengan mudah naik atau turun dengan cepat. Dalam dunia keuangan, mudahnya naik atau turunnya harga suatu objek disebut sebagai volatilitas (volatility).

Menurut definisinya, volatilitas adalah fluktuasi beberapa tingkatan harga suatu barang yang bisa terjadi pada suatu waktu tertentu. Secara bersamaan, meningkat atau menurunnya harga dengan drastis juga menandakan tingkat risiko yang ada dalam nilai barang tersebut. Fluktuasi harga ini bisa terlihat dengan jelas di harga BTC, yang pada saat-saat tertentu bisa meningkat atau menurun dengan begitu cepat.

Penyebab Bitcoin Turun Naik (Volatilitas)

Di titik ini, kenapa harga Bitcoin bisa begitu volatil dan orang-orang tetap tertarik untuk berinvestasi dengan BTC meski harganya bisa sangat tidak stabil? Alasannya karena Bitcoin berharga seperti emas yang jumlahnya terbatas, jumlah Bitcoin hanya 21 juta koin. Meski sekarang ada sekitar 19 juta koin BTC yang ada di pasaran, jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan dengan uang konvensional.

Kalau kita mengikuti prinsip ekonomi tentang kelangkaan (scarcity), barang yang jumlahnya sedikit dan berkualitas bagus akan punya harga yang tinggi. Namun, karena BTC masih menjadi objek investasi yang relatif baru apabila dibandingkan dengan emas dan properti, kepercayaan masyarakat akan nilai BTC kadang kala bisa naik dan turun dengan sporadis.

Selain kelangkaan BTC dan naik turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap nilai BTC, perkembangan ekonomi global juga bisa mempengaruhi volatilitas harga BTC. Kejadian-kejadian seperti pandemi virus, peningkatan tingkat pengangguran, lesunya ekonomi dan sebagainya bisa mempengaruhi jumlah orang yang ingin menghabiskan uang mereka untuk berinvestasi dalam BTC.

Cara Menghitung Volatilitas Harga Bitcoin

Yang perlu kita ingat adalah nilai dan harga BTC sendiri tidaklah sama dengan satu sama lain. Nilai BTC sendiri relatif standar, namun harganya ditentukan oleh kegiatan trading dari perubahan jumlah persediaan dan permintaan (supply and demand) yang ada di pasar.

Sebagai contoh, Anda ingin mengetahui volatilitas dari harga BTC. Untuk lebih paham tentang cara menghitung volatilitas BTC, simak contoh berikut ini.

  • Temukan harga rata-rata dari BTC pada 4 hari dengan urut (660 juta + 670 juta + 655 juta + 680 juta) yang kemudian dibagi menjadi 4 (666.25 juta)
  • Hitung selisih dengan harga per hari.
    • Hari 1: 660 juta – 666.25 juta = -6.25
    • Hari 2: 670 juta – 666.25 juta = 3.75 
    • Hari 3: 655 juta – 666.25 juta = -11.25
    • Hari 4: 680 juta – 666.25 juta= 13.75
  • Kuadratkan hasil selisih.
    • Hari 1: (-6.25)2 = 39.06
    • Hari 2: (3.75)2 = 14.06
    • Hari 3: (-11.25)2 = 126.56
    • Hari 4: (13.75)2 = 189.06
  • Jumlah hasil kuadrat: 368.74
  • Temukan varians kuadrat (368.74/4) = 92.185
  • Tentukan deviasi standar varians kuadrat -> 92.185 = 9.601 juta
  • Estimasi penyimpangan harga BTC saat itu adalah 9.601 juta (sembilan juta enam ratus ribu rupiah)

Kesimpulan

Dari contoh penghitungan di atas dan faktor-faktor di atas, secara perlahan kita bisa mulai paham bagaimana harga bitcoin bisa mengalami fluktuasi setiap harinya karena beberapa hal. Apakah Anda tertarik untuk tahu lebih banyak tentang BTC dan segala detailnya? Kunjungi website Luno untuk tahu lebih banyak!

Did you find this useful?
0
0