Mengapa Sistem Moneter Masa Lalu Gagal Hingga ke Internasional?

Mengapa Sistem Moneter Masa Lalu Gagal Hingga ke Internasional?

Uang adalah alat pembayaran yang memiliki fungsi sangat penting dalam sistem moneter. Anda bisa menjumpai berbagai jenis dan bentuk uang yang pernah digunakan dalam sejarah. Hanya saja, tidak semua jenis serta bentuk uang tersebut terus digunakan sampai saat ini. 

Pemakaian uang dalam sistem moneter internasional sifatnya sangat dinamis. Ada jenis uang yang gagal dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sebagai alat pembayaran. Di sisi lain, ada pula bentuk mata uang sukses dan tetap memiliki nilai sehingga digunakan sampai sekarang. 

Lalu, kenapa berbagai jenis alat pembayaran yang berlaku di masa lalu itu tidak lagi digunakan? Untuk bisa lebih memahami jawaban atas pertanyaan tersebut, simak ulasannya berikut, yuk!

Apa Itu Sistem Barter?

Uang memang sudah dikenal luas sebagai alat pembayaran selama ribuan tahun. Namun, sebelum adanya sistem moneter yang memanfaatkan uang, manusia melakukan transaksi dengan sistem barter. Barter memang sistem yang sudah ketinggalan zaman. Namun, sistem ini masih tetap digunakan sampai sekarang. 

Di beberapa wilayah tertentu di dunia, sistem barter masih dijalankan oleh masyarakat. Bahkan, masyarakat modern pun terkadang menerapkan praktik barter dalam transaksi tertentu. 

Alasan Kenapa Sistem Barter Gagal

Penggunaan sistem barter di era modern sudah sangat jarang. Alasan utamanya adalah karena barter mempunyai keterbatasan dalam proses transaksi. Selain itu, sistem barter sangat bergantung pada tingkat kebutuhan dan keinginan dari masing-masing pihak. 

Penjual dan pembeli akan berhadapan dengan permasalahan dalam mengetahui jenis barang yang dibutuhkan atau diinginkan oleh pihak lain. Hal ini memang terlihat sepele, tetapi kerap menjadi faktor yang menghambat proses pertukaran barang antara pembeli dan penjual. 

Proses transaksi bisa terjadi ketika pembeli dan penjual sama-sama mempunyai keinginan pada barang yang ditawarkan. Situasi seperti ini sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, sistem moneter internasional memberlakukan uang sebagai perantara yang memungkinkan pembeli dan penjual memenuhi kebutuhan dan keinginannya. 

Apa Itu Sistem Uang Koin

Selanjutnya adalah sistem moneter yang menggunakan uang dalam bentuk koin. Pemakaian uang koin emas dan perak telah ada sejak 700 tahun sebelum masehi oleh masyarakat di Lydia (Turki). Sistem pembayaran memakai koin emas dan perak sangat populer dan bertahan dalam jangka cukup lama. 

Pada masa itu, masyarakat pun terbiasa membawa uang dalam jumlah besar ke mana saja. Hanya saja, lambat laun penggunaan uang koin mengalami penurunan dan kemudian tergantikan oleh uang kertas yang menawarkan kemudahan untuk dibawa ke mana saja. 

Alasan Kenapa Sistem Uang Koin Gagal

Ada 2 faktor utama yang menjadi penyebab kegagalan sistem moneter internasional dengan uang koin, yaitu: 

  • Mobilitas. Proses transaksi yang melibatkan jumlah besar sangat menyulitkan. Apalagi, Anda harus membawa uang koin dengan jumlah banyak dan berat. 
  • Pemecahan mata uang. Uang koin sulit dipecah dalam nominal yang lebih kecil. Alhasil, proses transaksi dibatasi pada keberadaan pecahan uang koin yang ada. 

Untuk mengatasi kedua permasalahan tersebut, bank pada zaman dahulu mengeluarkan cek yang kemudian dapat ditukarkan sesuai nominal yang tertulis. Hanya saja, cek tersebut dikeluarkan oleh lembaga perbankan swasta, bukan pemerintah. 

Apa Itu Sistem Moneter Internasional Berstandar Emas

Ada pula sistem moneter yang berdasarkan pada emas. Sistem ini menggunakan uang dalam bentuk kertas yang nilainya disesuaikan secara langsung dengan emas. Pada awal abad ke-18, muncul komitmen standar emas oleh beberapa negara. Berdasarkan ketentuan tersebut, uang nasional bisa ditukar dengan emas pada nilai yang telah ditentukan. 

Keberadaan standar nilai tukar uang terhadap emas memberi jaminan keamanan dalam setiap transaksi. Pemerintah perlu melakukan pengaturan sirkulasi uang dengan mempertimbangkan ketersediaan emas. Proses transaksi pun jadi lebih ringkas tanpa perlu membawa emas yang berat.

Alasan Kenapa Sistem Moneter Berstandar Emas Gagal

Emas adalah aset yang mempunyai karakteristik unik, hampir tidak jauh berbeda dengan instrumen investasi. Nilainya dapat mengalami kenaikan dan penurunan. Amerika melalui pendirian Federal Reserve pada 1913 berupaya untuk menstabilkan nilai emas, sehingga memberi sistem moneter berstandar emas berjalan baik. 

Hanya saja, sebelum Federal Reserve mampu menjalankan tugasnya, terjadilah Perang Dunia I pada 1933. Perang menimbulkan inflasi yang berkepanjangan. Presiden Roosevelt pada tahun 1933 melakukan kebijakan nasionalisasi pada emas yang dimiliki oleh masyarakat sipil. Kebijakan ini menjadi awal mula keruntuhan standar emas. 

Kebijakan tersebut membuat standar emas tidak lagi relevan dan Amerika menggunakan sistem Bretton Woods untuk menyelesaikan utang luar negeri menggunakan dolar. Alhasil, ketersediaan emas semakin berkurang dan Presiden Nixon pada tahun 1971 mengumumkan Amerika tidak lagi menggunakan sistem moneter berstandar emas. 

Keputusan yang diambil oleh Amerika memperlihatkan keterbatasan penggunaan sistem moneter berstandar emas. Apalagi, fleksibilitas menjadi aspek penting dalam menunjang aktivitas finansial dunia yang terus berkembang dan berevolusi. Meski begitu, emas tetap menjadi aset finansial yang berperan sebagai proteksi dan indikator kesehatan ekonomi.

Did you find this useful?

130
8