Mengenal Apa itu XRP dan Perbedaannya dengan BTC

Mengenal Apa itu XRP dan Perbedaannya dengan BTC

Banyak orang masih tidak tahu perbedaan antara Bitcoin (BTC) dan XRP atau Ripple. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai perbedaan antara BTC dan XRP. Namun, sebelum membahas lebih lanjut, perlu ingat bahwa berinvestasi dalam koin atau token kripto memiliki risiko, sama seperti jenis investasi lainnya. Hal ini dikarenakan pergerakan harganya yang fluktuatif. Karenanya, siapa pun yang ingin melakukan kegiatan ini harus menimbang risiko dan potensi keuntungannya.

Perbedaan antara Bitcoin dan XRP

Bitcoin dirancang sebagai mata uang digital terdesentralisasi yang bertujuan untuk mempermudah pengiriman nilai atau uang tanpa perantara. XRP, di sisi lain, dikembangkan untuk bank dan jaringan pembayaran sebagai alat untuk pertukaran mata uang, sistem pengiriman uang, dan penyelesaian pembayaran.

Tujuan utama XRP adalah untuk menciptakan dasar dari sistem transfer aset langsung secara real-time. Prosedur ini akan mengusulkan alternatif yang lebih transparan dan aman untuk metode pembayaran transfer saat ini, seperti SWIFT. Hasilnya juga lebih murah! Anda mungkin mengenalnya sebagai jaringan Ripple, atau terkadang disingkat sebagai Ripple saja.

Jaringan BTC didukung oleh banyak pengembang yang tersebar di seluruh dunia, dan mereka berkontribusi pada jaringan BTC secara sukarela. Sistem BTC terdesentralisasi, artinya entitas, bank, dan bahkan pemerintah mana pun tidak ada yang mengaturnya. BTC juga dibuat oleh orang atau kelompok pseudonim bernama Satoshi Nakamoto, yang mana tidak ada satupun yang tahu identitas di balik nama ini.

Buku Besar XRP bekerja melalui algoritma konsensus unik, yang mana protokol kesepakatannya mengoperasikan jaringan server yang memvalidasi transaksi. Artinya, tidak ada penggunaan “proof of work” atau “proof of stake” di sini. Kecepatan transaksi menjadi lebih cepat, dan konfirmasinya membutuhkan waktu sekitar 3 – 5 detik untuk diselesaikan. Durasi ini jauh lebih cepat daripada aset kripto lain atau jaringan keuangan tradisional saat ini, yang dapat memakan waktu berhari-hari.

Perbedaan penting lainnya adalah, tidak seperti Bitcoin, XRP tidak dirancang untuk ditambang (di-mining) sama sekali. Dengan BTC, penambang mendapatkan imbalan dalam bentuk kepingan yang baru dibuat. Dengan XRP, 100 miliar token XRP telah ditambang sebelumnya, di mana 38 miliar di antaranya tersedia untuk pasar publik. Jumlah token XRP yang tersisa dipegang oleh lab Ripple dan dirilis secara berkala.

Kesimpulan

Begitulah perbedaan Bitcoin dan XRP secara mendasar. BTC dikembangkan untuk mendesentralisasi aset digital, sedangkan XRP dibuat untuk jaringan perbankan dan pembayaran yang real-time, aman, transparan, dan murah jika dibandingkan dengan sistem SWIFT. Sistem Ripple mendapat skor lebih baik daripada jaringan BTC untuk waktu pemrosesan dan biaya transaksi yang lebih rendah.

Di sisi lain, BTC umumnya lebih dikenal dibandingkan XRP, sehingga dapat memberikan keuntungan yang berbeda. Bitcoin tetap menjadi sistem publik yang benar-benar tidak dimiliki oleh individu, otoritas, atau pemerintah mana pun. Jaringan Ripple, meskipun terdesentralisasi juga, tetaplah dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan swasta dengan nama yang sama. Meskipun memiliki token kripto yang unik, dua sistem virtual yang populer ini melayani penggunaan yang berbeda.

Did you find this useful?
1
0