Mengenal Arti Pump dan Dump dalam Dunia Cryptocurrency

Mengenal Arti Pump dan Dump dalam Dunia Cryptocurrency

Pump and dump merupakan istilah yang tidak asing dalam dunia investasi. Tidak hanya dalam penjualan saham dan sekuritas, skema pump and dump juga umum ditemukan dalam investasi cryptocurrency. Apa yang dimaksud dengan pump and dump dan mengapa Anda harus mewaspadai skema ini?

Memahami Cara Kerja Pump and Dump

Pump and dump adalah sebuah skema manipulatif yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk menaikkan harga aset (bisa berupa sekuritas, saham maupun kripto) dengan membuat rekomendasi yang tidak benar. Rekomendasi biasanya mereka buat dengan pernyataan yang salah, menyesatkan dan sengaja dilebih-lebihkan.

Dalam skema pump and dump, pelaku biasanya menyebarkan informasi palsu untuk menciptakan ‘pump’ (sesuai dengan arti pump yakni memompa) agar harga sebuah aset mengalami kenaikan lalu melakukan ‘dump’ (arti dump sendiri adalah membuang) aset tersebut saat harganya sudah melambung tinggi.

Setelah para penipu selesai dengan aksi ‘dump’-nya, mereka kemudian akan berhenti memperjualbelikan aset tersebut dan harga aset akan anjlok drastis. Efeknya, investor yang sudah ikut-ikutan membeli saat harganya sedang tinggi, akan mengalami kerugian. Di Indonesia, praktik ini juga dikenal dengan istilah pompom atau pompom saham (praktik pump and dump dengan saham).

Pump and dump secara hukum merupakan tindakan ilegal. Di Indonesia, ini disebutkan dalam Undang-undang Pasar Modal. Dalam pasal 93 disebutkan bahwa pihak yang membuat pernyataan atau keterangan menyesatkan untuk memanipulasi bursa saham dapat dikenakan hukum pidana.

Bagaimana Praktik Pump and Dump dalam Cryptocurrency?

Popularitas cryptocurrency yang belakangan semakin meningkat juga membuat skema pump and dump muncul dan marak digunakan. Sama seperti dalam bursa saham, pump and dump juga dilakukan oleh para konspirator dengan menyebarkan informasi palsu agar sebuah aset kripto atau token naik harganya. Ketika publik sudah terpengaruh dan membeli banyak aset (dengan harapan meraih keuntungan) dan harga aset naik, mereka akan menjualnya.

Contoh-contoh Kasus Pump and Dump dalam Cryptocurrency

Ada banyak kasus pump and dump yang mencuat ke pemberitaan. Salah satunya adalah saat sebuah koin bertema Squid Game diluncurkan beberapa waktu yang lalu. Koin bernama SQUID itu sempat melonjak harganya berkat popularitas serial yang menjadi inspirasinya. Tak lama setelahnya, harga koin tersebut anjlok dibarengi dengan kabar menghilangnya sang pencipta koin dengan membawa hampir $3 juta dari para investor yang membeli SQUID.

Gugatan class action juga sempat diajukan pada bulan Januari ini terhadap Kim Kardashian dan petinju Floyd Mayweather. Kedua pesohor tersebut dituduh telah melakukan ‘pump’ terhadap EthereumMax, koin yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Ethereum, sebelum akhirnya eksekutif perusahaan melakukan dump untuk mendapatkan keuntungan dan meninggalkan para investor dengan koin yang pada dasarnya memang tidak ada harganya.

Pada dasarnya, pump and dump adalah skema penipuan dan pelakunya bisa dijerat hukum. Agar Anda tidak terjebak dengan skema ini, penting untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait aset yang akan Anda beli. Terutama jika token yang ingin Anda beli masih terbilang baru dan dipromosikan secara gencar oleh selebritis atau influencer.Cari tahu tentang apa saja ciri-ciri sebuah token akan mengalami pump and dump. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisasi kerugian akibat salah memilih aset.

Did you find this useful?
0
0