Mengenal Wallet Mono Signature dan Multi Signature pada Bitcoin

Mengenal Wallet Mono Signature dan Multi Signature pada Bitcoin

Setiap transaksi digital, terutama yang melibatkan jumlah besar, tentu harus disertai dengan keamanan digital. Begitu pula saat melakukan proses transaksi Bitcoin, faktor keamanan perlu diperhatikan. Jika tidak, ada kemungkinan dompet yang digunakan dapat diakses oleh orang lain dan menyebabkan kerugian.

Terkait keamanan transaksi, ada dua jenis kunci yang bisa diterapkan pada dompet Bitcoin, yaitu dompet mono signature dan dompet multi signature. Keduanya berbeda dari segi kekuatan kunci yang diterapkan. Dompet multi signature dinilai lebih aman walaupun lebih rumit.

Perbedaan Mono Signature dan Multi Signature

Saat mengirim Bitcoin, Anda tidak benar-benar memindahkannya dari satu alamat ke alamat yang lain. Bitcoin pada dasarnya disimpan dalam brankas digital sehingga tetap terlepas dari pemiliknya. Hal yang sebenarnya terjadi saat transaksi adalah perubahan kunci agar uang digital tersebut sesuai dengan kunci dompet penerima, bukan lagi kunci dompet pengirim.

Dompet kripto butuh satu kunci atau beberapa kunci untuk mengakses dan melakukan transaksi kripto. Dompet yang membutuhkan beberapa kunci untuk membukanya disebut dompet multi signature. Sementara itu, dompet yang membutuhkan beberapa kunci untuk membukanya disebut dompet mono signature. Mono signature artinya kunci tunggal.

Sejauh ini, dompet mono signature adalah yang paling umum ditemukan di blockchain Bitcoin. Namun, dompet multi signature dianggap lebih aman daripada dompet mono signature karena membutuhkan banyak kunci untuk dapat digunakan saat melakukan transaksi. 

Karena itu, dompet multi signature sering digunakan ketika seseorang memiliki simpanan koin dengan nilai yang tinggi atau saat akses ke koin perlu dikontrol untuk keamanan yang optimal. Namun, dompet multi signature juga bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari, salah satu contohnya jika satu pasangan ingin membuka dompet kripto bersama.

Konfigurasi dompet dapat memerlukan salah satu dari dua tanda tangan atau dua dari dua, tiga dari lima, atau kombinasi lainnya. Dompet multi signature tujuh dari tujuh misalnya, akan semakin aman. Namun, semakin rumit kunci yang diperlukan, semakin rumit pula transaksinya. 

Kelemahan Dompet Multi Signature

Dompet multi signature memiliki sedikit kelemahan sebelum adanya upgrade Taproot ke jaringan Bitcoin. Kelemahan tersebut adalah mudahnya mengidentifikasi dompet multi signature di blockchain. Hal ini berisiko karena dapat membuka peluang bagi oknum yang ingin melakukan tindak kejahatan.

Dengan pengenalan tanda tangan Schnorr, masalah ini telah diperbaiki. Kunci dari Schnorr membuat semua dompet tidak dapat dibedakan satu sama lain. Rahasia ini ditemukan oleh Claus-Peter Schnorr, seorang matematikawan dan kriptografer dari Jerman.

Setiap pemegang dompet Bitcoin memiliki kunci publik dan kunci pribadi. Untuk menerima Bitcoin, Anda harus membagikan kunci publik kepada pengirim. Kunci pribadi tetap disimpan sendiri agar orang lain tidak bisa mengakses dompet kripto Anda. Nah, tanda tangan Schnoor memastikan kunci pribadi dan kunci publik berasal dari dompet yang sama. 

Bitcoin pun semakin aman dengan upgrade Taproot yang dilakukan pada 2021. Ini merupakan salah satu perubahan yang paling ditunggu sejak SegWit pada 2017. Taproot memungkinkan transaksi Bitcoin diproses dalam batch atau tahap-tahap. Hal ini sangat berperan membantu meningkatkan kecepatan jaringan, privasi, fitur keamanan, dan skalabilitas uang kripto. 

Taproot mengurangi waktu yang diperlukan untuk memproses transaksi. Ini mungkin terjadi karena Bitcoin tidak perlu lagi melakukan verifikasi sebanyak mungkin untuk mengakses dompet. Nah, inilah ulasan singkat mengenai wallet mono signature dan wallet multi signature. Semoga bermanfaat!

Did you find this useful?
0
0