Penyebab Transaksi Bitcoin (BTC) Tertunda dan Lambat

Penyebab Transaksi Bitcoin (BTC) Tertunda dan Lambat

Transaksi BTC (Bitcoin) yang tertunda kerap membuat kedua pihak, baik penerima dan pengirim, sama-sama stres menunggu. Oleh karena itu, penting untuk memahami kemungkingan-kemungkinan yang bisa menjadi alasan mengapa proses transaksi tersebut bisa tertunda dan lambat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Sekilas tentang Cara Kerja Blockchain

Kira-kira tiap 10 menit, blok baru akan tercipta lalu ditambahkan ke jaringan blockchain melalui proses yang disebut mining alias penambangan. Setiap blok kemudian melakukan verifikasi dan pencatatan setiap kali transaksi baru terjadi. Setelahnya, blockchain akan mengonfirmasi transaksi dan meneruskan pesan ke seluruh node.

Bila blok baru belum selesai dibuat, maka tidak ada transaksi yang bisa dikonfirmasi sampai akhirnya penambang (miner) melakukan validasi. Proses menunggu validasi dari miner ini dikenal dengan istilah antrean Mempool.

Setelah blok berikutnya tercipta dan transaksi baru telah diverifikasi serta dimasukkan ke dalam jaringan, transaksi akan memiliki satu konfirmasi. Kira-kira setiap sepuluh menit setelahnya, transaksi dikonfirmasi ulang.

Contoh kasusnya adalah: A mengirimkan 2 BTC kepada B, maka prosesnya adalah:

  • Setelah permintaan dikonfirmasi, A harus menunggu hingga transaksi dibuat dan disiarkan.
  • Setelah transaksi dibuat, A akan mendapat ID transaksi pada halaman wallet miliknya. Di tahap ini, 2 BTC dibekukan sementara dan status transaksi adalah menunggu konfirmasi. 
  • Bila semua berjalan lancar, jaringan akan melakukan konfirmasi dan B akan menerima BTC di dalam wallet atau dompet BTC pribadinya setelah 2 konfirmasi jaringan.

Penyebab Transaksi BTC Tertunda

Ada banyak penyebab potensial yang memungkinkan tertundanya transaksi. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Standar blok dari wallet

Saat Anda mengirim Bitcoin, transaksi tersebut langsung dikirim kepada jaringan Bitcoin. Namun, tidak langsung dikonfirmasi. Hal ini disebabkan karena setiap wallet, seperti Luno, biasanya membutuhkan 3 blok untuk mengonfirmasi transaksi Bitcoin.

  1. Tingginya permintaan

Setiap blok hanya dapat melakukan konfirmasi terhadap beberapa transaksi. Bila jaringan Blockchain ramai karena tingginya permintaan, maka konfirmasi transaksi tidak bisa cepat terjadi. Nah, inilah alasan penundaan transaksi terjadi, bahkan tidak jarang baru bisa selesai hingga satu atau dua hari.

  1. Ukuran transaksi

Saat ini, jaringan hanya bisa menangani sejumlah transaksi per blok. Setiap transaksi punya ukuran tertentu dalam byte dan setiap blok hanya bisa berisi sejumlah byte tertentu. Bila ukuran transaksi besar, maka kinerja blockchain berpotensi melambat. Selain itu, hal tersebut juga memengaruhi biaya transaksi dan beban jaringan.

  1. Antrean mempool terhenti

Salah satu penyebab berhentinya antrean Mempool adalah kurangnya penambang yang seharusnya memvalidasi transaksi BTC. Ini mengakibatkan dana tertahan. Transaksi pun tidak akan dicatat sampai ada konfirmasi dari blockchain. Bila transaksi kemudian dianggap tidak valid, maka Mempool punya hak untuk tidak menyelesaikan transaksi tersebut.

  1. Biaya transaksi terlampau rendah

Makin tinggi biaya transaksi, makin cepat dana akan sampai ke akun si penerima. Saat transaksi menunggu antrean Mempool, miner cenderung akan menyelesaikan transaksi dengan biaya yang lebih tinggi terlebih dahulu. 

Apakah Ada Alternatif yang Lebih Cepat?

Kabar baiknya, pelanggan Luno memiliki pilihan yang lebih cepat. Anda bisa mengirimkan aset kripto ke pengguna Luno yang lain secara instan dengan menggunakan alamat email atau nomor telepon. Penawaran ini juga tersedia secara gratis.Dengan memahami cara kerja jaringan blockchain Bitcoin, tentu Anda bisa lebih memahami mengapa transaksi BTC bisa tertunda dan lambat. Bitcoin merupakan teknologi yang masih terus berkembang. Jadi, bila jaringan terus menerapkan perubahan, kecepatan transaksi di masa mendatang bisa jadi meningkat.

Did you find this useful?
0
0