Return of Investment (ROI): Pengertian dan Cara Menghitungnya

Return of Investment (ROI): Pengertian dan Cara Menghitungnya

Kata investment atau investasi merupakan suatu hal yang banyak digunakan akhir-akhir ini. Ajakan untuk melakukannya ada di mana-mana, tidak hanya di lingkungan profesional tetapi juga lingkaran pergaulan terdekat. Apa yang dimaksud dengan investasi dan hasilnya?

Mengenal Makna Berinvestasi

Pada dasarnya, investasi dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas mengalokasikan uang ke dalam sesuatu hal. Namun, Anda tidak sembarangan melakukan alokasi dana. Harus ada ekspektasi bahwa uang yang dialokasikan akan bertambah seiring berjalannya waktu.

Ada banyak benda baik yang berwujud maupun tidak berwujud yang memungkinkan Anda untuk melakukan penanaman modal dan berekspektasi nilainya akan naik, seperti emas, cryptocurrency, properti, hingga barang seni bernilai. Kegiatan alokasi dana semacam ini membuat harta yang Anda miliki sifatnya aktif—bisa naik tetapi juga bisa turun.

Cara menghitung ROI (Return of Investment)

Seseorang yang berminat untuk berinvestasi wajib untuk mengenal ROI. Pasalnya, ROI merupakan sebuah indikator yang dilihat untuk mengetahui apakah besaran dana yang telah dialokasikan memang menunjukkan hasil yang seharusnya. Jika tidak, berarti ada yang salah dari rencana Anda.

Setiap investor mengharapkan ROI yang nilainya positif karena hal tersebut menunjukkan bahwa uang yang dialokasikan berhasil meningkat. Sebaliknya, ROI yang negatif menunjukkan jika alokasi dana yang dibuat tidak sebanding dengan hasil yang ditunjukkan.

Meskipun begitu, bagaimanakah cara menentukan apakah ROI Anda positif atau negatif? Terdapat rumus yang digunakan secara universal untuk menghitung ROI agar hasilnya objektif. Berikut merupakan ilustrasi penghitungan ROI untuk memudahkan Anda:

  1. X mengalokasikan uang sebesar Rp100.000 untuk membeli aset kripto tertentu (sebut saja aset kripto A) di harga Rp100.000.
  2. Nilai aset kripto A yang dibeli oleh X meningkat harganya menjadi Rp150.000 sehingga nilai investasi X saat ini adalah sebesar Rp150.000.
  3. X dapat menghitung laba bersih dengan cara mengurangi nilai aset kripto A saat ini (Rp150.000) dengan alokasi dana awal (Rp100.000) sehingga dapat disimpulkan bahwa laba bersihnya sebesar Rp50.000.
  4. Setelah mendapatkan nilai laba bersih maka X dapat menghitung ROI dengan cara membagi nilai laba bersih dengan alokasi dana awal lalu mengalikannya dengan 100.
  5. Dalam kasus X, diperoleh bahwa ROI investasi aset kripto A adalah sebesar 50%.

Tahapan yang dijelaskan di atas tentu merupakan versi sederhana penghitungan ROI. Ada banyak faktor lain yang dapat berpengaruh terdapat persentase ROI. Contoh umum adalah biaya yang dikenakan pada investor saat membeli aset kripto atau biaya admin transaksi.

Tips untuk Pemula

Bagi banyak orang, menanamkan dana untuk sebuah aset yang fluktuasi nilainya aktif merupakan suatu hal yang membuat was-was. Banyak yang menganggap bahwa mendapat ROI positif adalah sesuatu yang sifatnya tidak terduga. Namun, sesungguhnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan ROI, seperti:

  • Memulai dengan jumlah yang kecil dan tidak mengganggu kebutuhan pokok sehari-hari.
  • Mengalokasikan dana ke beberapa aset sekaligus, bukannya terfokus pada satu aset saja.
  • Melakukan riset mendalam terlebih dahulu sebelum memilih aset.
  • Menerapkan batasan pribadi sebelum menanamkan modal atau jumlah modal maksimum yang dapat diinvestasikan.
  • Memilih platform yang tepat untuk kebutuhan Anda.

Ketika dana yang Anda keluarkan tidak menunjukkan besaran ROI yang diharapkan, sangat penting untuk memikirkan ulang strategi yang diterapkan. Tentunya Anda tidak ingin besar ROI terus mengecil. Pengetahuan mengenai alokasi dana dan ROI merupakan hal yang penting bagi orang yang ingin menjadi seorang investor. Mengingat fluktuasi nilai yang begitu aktif, tentunya setiap investor wajib bersikap perhitungan mengenai untung dan rugi dari alokasi dananya.

Did you find this useful?
0
0