Tahukah Anda Apa Itu Trading?

Dalam beberapa tahun terakhir, kata trading sering menjadi bahan perbincangan, bahkan di kalangan awam sekalipun. Meski demikian, sangatlah penting untuk mengetahui apa itu trading agar tidak sampai terjadi kesalahan berujung kerugian. Dengan memahami pengertian trading, masyarakat juga bisa lebih berhati-hati dengan investasi ini.

Pengertian trading

Trading berkaitan dengan pasar keuangan. Trading adalah upaya membeli aset dan bertujuan untuk menjualnya dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan. Aset yang dimaksud adalah berbagai macam produk keuangan, seperti saham, mata uang, komoditas, dan mata uang kripto atau cryptocurrency.

Dalam trading, Anda memiliki dua kemungkinan, yaitu keuntungan maupun kerugian—sama seperti bentuk investasi lainnya. Agar lebih mudah, mari kita membuat simulasi sederhana tentang bagaimana trading bekerja.

Misalnya, hari ini Anda membeli satu unit aset dengan harga Rp1.000 dan harganya ternyata naik menjadi Rp1.500 keesokan harinya. Jika Anda memutuskan untuk menjual aset tersebut, maka keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp500. Namun, jika Anda memutuskan untuk mengambil risiko dan membeli sebanyak dua unit, maka keuntungan saat penjualan keesokan harinya adalah Rp1.000.

Meski demikian, harga aset tersebut tidak akan selalu naik. Nilai aset juga dapat turun sehingga Anda dapat kehilangan keuntungan, bahkan merugi dalam proses trading.

Perbedaan trading dan investing

Sekilas mungkin terlihat sama, tetapi trading dan investing atau investasi memiliki sedikit perbedaan. Investasi umumnya berarti pembeli berniat untuk menyimpan aset mereka untuk waktu yang lebih lama.

Contohnya, Anda membeli Bitcoin pada tahun 2018 dan menjualnya pada tahun 2022. Maka, langkah ini lebih cocok disebut sebagai investasi dari pada trading. Pasalnya, trading umumnya dilakukan dalam jangka waktu yang jauh lebih pendek. Waktunya bisa dalam hitungan menit, minggu, atau bulan—tergantung dari tujuan dan keberanian para trader dalam mengambil risiko.

Bagaimana Para Trader melakukan trading?

Para trader tidak hanya sekadar membeli dan menjual aset mereka. Ada beberapa strategi dan indikator yang harus dipahami agar mereka tidak merugi. Para trader ini menggunakan indikator teknis untuk mencari tahu ke mana kira-kira pergerakan nilai aset yang diinginkan—apakah menguat atau melemah. Dari sanalah, mereka bisa memutuskan kapan akan membeli atau menjual aset.

Hingga saat ini, ada ratusan indikator yang dapat dipilih. Meski demikian, beberapa yang paling umum digunakan adalah support and ressistance, RSI (relative strength index), volume, dan candlestick patterns.

Ketika trader berpikir bahwa harga aset akan naik, mereka bisa melakukan long order. Namun, jika mereka menduga harga akan turun, maka short order bisa jadi pilihan. 

Long order adalah membeli aset ketika harganya diperkirakan akan meningkat suatu saat nanti. Sebaliknya, short order adalah tindakan menjual yang diambil ketika harga aset diperkirakan akan turun. 

Sekarang, Anda sudah mengetahui apa itu trading. Langkah selanjutnya adalah mempelajari berbagai strategi penting di dalamnya serta karakteristik aset yang akan Anda tradingkan. Seorang trader sukses tidak bekerja hanya dengan sekadar membeli dan menjual aset. Ada strategi manajemen risiko yang diterapkan untuk meminimalisasi kerugian. 

Para trader juga harus mampu mengambil keputusan dengan tepat dan tidak terpengaruh oleh emosi mereka. Jadi, sangatlah penting bagi trader pemula untuk tidak hanya mempelajari apa itu trading. Selain itu, mereka harus memahami bagaimana cara mengambil keputusan rasional berdasarkan informasi yang memadai.Jadi, apakah Anda makin tertarik untuk terjun ke dunia trading?

Did you find this useful?
16
0